Perempuan pesisir 1

oleh Sri Asnawati pada 18 Mei 2011 jam 0:01

Pilihan itu adalah awal aku memasuki dunia yang tak lagi memberiku ruang untuk bermimpi dan berimajinasi. Aku hanya diberi waktu untuk memikirkan strategi sebaik mungkin untuk menjadikan segalanya real. Bukan lagi mimpi tapi harus nyata. Bukan lagi imajinasi tapi harus nyata juga. Itu semua karena pilihanku menikah di usia 16 tahun.

16 tahun adalah usia yang membuatku berhenti sekolah. Berhenti belajar yang sangat aku sukai. Kenapa aku harus menikah? Padahal aku mengetahui benar bahwa study ku sangat bagus. Hampir selalu masuk 3 besar sejak sekolah dasar. Kadang aku sendiri berpikir, "apa istimewanya lelaki itu?". Ya, lelaki yang sekarang menjadi suamiku.

Aku harus mengaku bahwa mimpi-mimpiku telah dikalahkan oleh cinta pada lelaki itu. Lelaki yang aku cinta. Lelaki yang menjadi bapak dari anak-anakku. Aku tidak menyesal. Aku tidak menyesal walau banyak yang menyakitkan kualami karena tembok kelas sosial terbentuk begitu kokohnya. Mertuaku tak pernah mau memahami bahwa memiliki menantu cerdas adalah aset yang berhaga. Ia sama sekali tidak tahu bahwa menantu sepertiku akan memperbaiki kualitas keturunannya. Sudahlah...aku hanya pasrah mengenai masalah itu karena berdebat membahas masalah genetika dengan mertuaku tak akan mereka pedulikan. Aku benar-benar menjamin bahwa keturunanku akan berkualitas walau aku perempuan dari keluarga ekonomi kelas bawah.
BERSAMBUNG...


True stori
Hasil wawancara dengan seorang kawan perempuan

Endless love

oleh Sri Asnawati pada 14 Mei 2011 jam 1:16

Lama benar tak sebut Umair dalam tulisan-tulisan logis realistis. Tapi, karena lagu Endless love terdengar dengan tak sengaja aku jadi ingat padanya. Sama sekali tak mengerti maksud lagu berbahasa korea itu. Aku pun tak ingin tahu. Banyak hal yang lebih baik tak diucapkan. Aku hanya merasa nyanyiannya menggambarkan tentang sesuatu yang aku rindukan.

Benarkah mimpi-mimpi kita telah terbuka lebar di depan mata? Seolah tulisan-tulisan imajiner kita adalah himpunan doa yang dikabulkan Sang Kuasa. Bagaimana jika kita akhirnya bisa tinggal bersama di allochtonen? Ah, rasanya aku benar-benar ingin melihat kau membawa buku sastra tebal. Lalu kita akan membahas banyak hal dan berbincang penuh makna.

Dan jika kau mau tahu, aku tidak bisa mengerjakan proyek yang kau tawarkan seorang diri. Tapi jika kita kerjakan bersama aku sedikit yakin dapat menghasilkan sebuah karya.

Tentu saja waktu kita tidak hanya dihabiskan untuk belajar, membaca buku, menulis, diskusi, dan mengikuti kelas-kelas ilmiah. Tapi, kita akan lebih banyak mengisi waktu yang kita punya untuk belajar agama banyak-banyak dan kadang bersantai di coffe shop atau pergi ke tempat-tempat bagus.

Ah, aku rindu. Aku rindu obrolan-obrolan sebelum tidur yang cerdas. Obrolan yang menguras otak untuk melakukan analisis kritis, meluaskan wawasan dan memandang sesuatu dari segi yang jarang diperbincangkan media massa ataupun para intelektual.

Karena kau teman mimpi terbaikku, Umair. Cinta padamu memberi energi begitu besar untuk terus berjuang meraih mimpi. Sebenarnya siapa Umair itu?

Diary matematikawan 5

oleh Sri Asnawati pada 28 April 2011 jam 0:40

Adalah sia-sia mencari aphotema jika vektor yang dilalui masih juga panjang. Lalu phytagoras seolah memberi solusi membantu menemukan range nya.

Kupikir himpunan itu terdiri dari angka-angka yang indah tapi nyatanya hanya himpunan kosong. Nol pun nihil.

Tak rasional jika aku mengatakan bahwa itu adalah sebuah aksioma yang tak perlu dibuktikan kebenarannya. Ah, akhirnya itu sekedar teori yang harus dibuktikan. Siapa bilang 5+4=9? Sudahlah hatiku... Kali ini kau dibatasi aturan modulo 7. Sama sekali bukan sembilan hasilnya. Marilah kita cari penyelesaiannya agar kurva hidup kita naik kuat. Linier. y=x.

Aku memang bukan sastrawan tapi hanya seorang matematikawan. Tapi jangan kau bilang jemu karna aku pun punya imajinasi. Bukan! Bukan imajinasi bak dongeng irasional tapi imajinasiku terbingkai seperti bilangan imajiner. Dan si imajiner akan menjadi real jika dikalikan dengan sesuatu. Sekarang, tinggal menunggu pembuktian yang kucari sepanjang selang tak terhingga.

Aku harus sadar benar bahwa matematikawan seperti diriku harus mampu mensubstitusikan senyuman dan mengeleminasi air mata. Biar kutemukan kebahagiaan di ujung senja.

Rasionalisasi perasaan

oleh Sri Asnawati pada 10 April 2011 jam 0:40
Sebuah kalimat dari seorang guru yang pernah diucapkan beberapa tahun lalu aku anggap kejam tapi kini aku benar-benar telah bisa memaknainya. Mengerti maksud kalimat itu dengan bijak.

Karena semuanya keputusan. Perpisahan dan kesedihan hanya emosi sesaat karena tempat dan orang-orang baru akan memberi warna baru juga dalam hidup. Ada saatnya kesempatan datang untuk memudahkan melupakan kenangan pahit, kebodohan, penderitaan, dan cinta. Kota ini yang akan memudahkan menemukan apa yg diinginkan. Akan ditemukan semangat baru, kawan baru, tempat baru,cita-cita, kebahagiaan, mimpi, dan cinta. Cukup putuskan dan lakukan maka hasil pasti dituai juga. Aku telah memutuskan banyak hal disini.

TAK INGIN TERPUBLIKASIKAN

kebiasaan ini diawali sejak SD dulu bersama dua orang sahabat kecil. kami adalah kumpulan pemimpi yang mengurai cita di ujung senja di tengah hamparan hijaunya padi dan kemilau senja yang mempesona. persahabatan yang hangat dan sedikit liar. Dua orang itu masih tetap hidup di hatiku. tidak pernah kunjung pergi hingga kini. aku lebih suka ilmu alam dan iptek. sama sekali tak suka sastra. tapi satu orang itu benar-benar bertekad ingin masuk sastra inggris. setiap kali kami bertiga duduk diantara daun-daun padi dia ampir selalu membawa buku sastra. novel, cerpen, atau kumpulan puisi. selalu sastra.



akhirnya aku mula mencoba membaca apa yang dia suka. yang paling aku ingat adalah LELAKI TUA DAN LAUT karangan Ernes hemingway dan tulisan-tulisannya. aku panggil dia Stefy. namanya Stefany Caroline. tentu saja itu bukan nama dia yang sebenarnya karna kami pemimpi dan liar imajinasi. kadang aku rindu sangat rindu pada dua sahabat itu yang kini susah sekali ditemui. satu di luar negeri satu di jawa tengah. dan air mata tetap saja meleleh saat sms atau telpon dari luar negeri datang di ponsel. bahkan kabar aku sakit pun dia tahu sangat cepat. TRIMAKASIH untuk kalian yang kucinta, Katie dan Stefy.



ini adalh imbas dari kebiasaan yang kalian tularkan dulu.

malam ini aku menulis sebuah karya sangat SKS hasil wawancara dengan seseorang tentang penggarapan skripsi. kucoba mengeluarkan kemampuan sampai begadang hampir dini hari dan harus dikirim besok. pasrah saja. tidak terlalu berharap lolos. jika lolos maka karya yang ku garap akan dibukukan dan beredar di pasaran walau masih dalam bentuk antologi.

hari terus berlalu dan aku lupa dengan tulisan yang pernah ku kirm. tidak pernah mencari tahu lolos atau tidak tidba-tiba aku membuka sebuah halaman web yang menyataan bahwa karyaku lolos. aku hanya membagi kabar dengan Bunda tercinta karena beliau yang selalu menemaniku jika aku begadang untuk menulis. tapi, ada seorang saudara seperjuangan yang tahu tentang kabar itu. MALU bukan kepalang. mulanya tak mau mengabari siapa pun tapi tidak tahu terimakasih juga kalau si narasumber tak diberi kabar. kuputuskan untuk membagi infonya dengan narasumber. ku ucapkan trimakasih juga pada nara sumber yang telah ku tanya ini itu dan ku kutip beberapa tulisan yang pernah ia buat karena dia adalah tokoh utama dalam tulisan itu.



selang hari-hari berikutnya diputuskan karyaku tidak bisa dibukukan karena bukan pengalaman pribadi itulah inti pesan elektronik yang kubaca. aku cuma nyengir saja karena jika terpublikasi sepertinya......................

bahkan dalam doa aku benar-benar berharap itu tidak jadi dipublikasikan.



MY TRUE STORY

hati seorang nasionalis 2

oleh Sri Asnawati pada 12 Februari 2011 jam 15:22

Sore yang sendu tetap mengalir diiringi angin senja musim penghujan. Nurdin dengan mendayu-dayu menterjemahkan isi hati dalam kata yang dengan setia di dengarkan oleh Rangga, sahabatnya. Sambil membolak-balik buku biografi Soekarno dan Hatta yang tebalnya ratusan halaman Khaled ungkapkan semuanya. Sengaja ia mainkan buku di tangannya untuk menutupi tangannya yang gemetar. Sementara itu, di tempat yang berbeda, di sudut kampus terdapat segelintir pemuda yang sibuk membicarakan semangat persatuaan. Ya, semangat membangun kembali puing-puing peradaban yang tercabik sangat menyakitkan. “usaha pertama yang dilakukan penjajah terhadap dunia Islam adalah membaginya menjadi bagian-bagian atau negeri-negeri kecil. Langkah awal mereka adalah membuat bangsa Arab “dengan senang hati”memberontak terhadap Turki Utsmani dengan alasan mereka lebih berhak memegang khilafah, dan menjanjikan mereka dengan terbentuknya Impeium Arab yang menyatukan seluruh bangsa Arab, jika mereka mau melakukan pemberontakan. Diantara hasil perang dunia pertama ini ialah Turki utsmani terkepung dan terisolasi, sedangkan negeri-negeri Arab terbagi menjadi lebih dari dua puluh negara kecil. Perpecahan itu berlangsung hingga kini tidak hnaya dalam batas teritorial, tapi juga perpecahan dalam mencapai kepentingan. Penjajahan telah meninggalkan luka perpecahan yang tetap berlangsung dan mudah menganga kembali ketika terlihat mulai sembuh (Musthafa Muhammad Thahan, 2008: 4),” dengan tenang namun penuh semangat Hilmi memaparkan materi tentang Islam dan Pemuda di hadapan adik-adik tingkat dan rekan seangkatannya di Lembaga dakwah Kampus.



Jika Nurdin dengan menggebu berjuang dengan semangat nasionalismenya maka Hilmi berjuang bukan hanya dengan semangat itu tapi ia juga berjuang dengan kesadaran akan kewajibannya sebagai seorang hamba terhadap Rabbnya. Bagi Hilmi nasionalisme ditentukan oleh aqidah, sementara bagi Nurdin nasionalisme batasannya ditentukan oleh teritorial wilayah negara dalam batasan-batasan geografis.

Sejenak suasana diskusi di pojok masjid kampus senyap. Hilmi yang dari tadi menyampaikan gagasan-gagasannya memberi kesempatan kepada rekan-rekannya untuk menanggapi, bertanya, atau menyanggah jika ada hal yang tidak disepakati. Waktu quo tak berlangsung lama. Tangan Sofyan sudah terangkat hendak mempertanyakan pernyataan yang menurutnya ganjil. Memang, Sofyan unggul dalam hal melogikakan kata dan memiliki daya nalar yang tinggi. Maklum saja dia adalah mahasiswa Sains murni yang mengambil jurusan matematika jadi cara perfikir logis dan sistematis seolah menjadi karakternya.

“Akh Hilmi, apakah seruan kepada Islam bukannya akan merusak persatuan? Kita semua tahu bahwa di Indonesia ada berbagai macam agama,”dengan menggebu Sofyan mengemukakan pikirannya.

Sebelum menjawab pertanyaan Sofyan Hilmi tersenyum hingga gigi-giginya yang putih terlihat, “Sungguh akhi, betapa rapuhnya klaim yang mengatakan bahwa seruan kepada Islam hanya merusak persatuan bangsa yang terdiri dari berbagai aliran agama. Sesungguhnya islam-sebagai agama persatuan dan persamaan-telah menjamin kekuatan ikatan itu selama masyarakat tetap tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Lihatlah firman Allah SWT,’Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil (QS Al- Mumtahanah: 8)’ (Hasan Al Banna, 2008: 41)” dengan cerdik Hilmi menyusun puzle kebingungan yang dialami Sofyan. Mendengar jawaban Hilmi itu, tanda tannya di kepala Sofyan seolah hilang terbang dan terganti dengan kejernihan.

#######



“Din bangun!! Nggak sholat kamu? Subuh udah lewat. Noh mentari mau nongol,”Rangga mengguncang-guncang badan sahabat sekamarnya yang susah sekali untuk menjalankan sholat subuh.

Nurdin tetap tak bergeming walau ia mendengar dengan jelas seruan sahabatnya. Sambil tetap memjamkan mata ia berkata, “Ya Allah....please maafkan hambamu ini. Aku dispen sholat subuh lagi ya Allah,”sambil memeluk bantal lebih erat.

“Dasar!! Manusia tidak tahu diuntung kamu ini Din! Tahu rasa nanti kalau Allah Murka,”Rangga menimpali kata-kata penolakan Nurdin sambil mengosok-gosok rambutnya yang basah sehabis keramas. “biarpun aku bukan anak rohis tapi aktifis yang manis, aku ogah ketinggalan solah Din!”

“berisik kamu Ngga!”Nurdin melempar Rangga dengan bantal “makanya doakan aku biar tobat. Kamu sih suka lupa mendoakan sahabatnya jadilah aku banyak dispen sholat”

“hah???”Rangga hanya terbengong-bengong mendengar jawaban Khalid. “wah ini sih bisa kena saing sama Hilmi. Siap-siap. Bukan hal mustahi melati pujaan hatimu lebih terpikat pada Hilmi yang Sholeh. Emm...,”Rangga memandang wajah Nurdin sambil menilai dan menimbang-nimbang, “dompet tembelan kamu dikit. Otak cerdasan Hilmi. Tampang kerenan kamu tapi Hilmi juga ganteng. Gimana nih?”

Hati Nurdin terbakar amarah. Tidak terima dibanding-bandingkan tapi ia sadar benar bahwa rasio antara dia dan Hilmi memang bagai satu banding lima. Sudah cukup ketertinggalan itu. Jika tidak bertahan bisa-bisa satu banding sepuluh perbandingan antara dirinya dan Hilmi. Tak perlu pikir panjang, Nurdin langsung lari ke kamar mandi dan sholat setengah terpaksa hanya demi memperthankan kualitas di hadapan si penakluk hatinya. Melihat adegan itu Rangga tertawa puas sekali, “ckckckc...tak ku sangka ketua GPN luluh lantak jika sudah di sebut nama si melati pujaan hati. Apalagi jika disebut melati dipasangkan dengan Hilmi heu, terbakar api cemburu deh.” Rangga makin menjadi menggoda Khalid dengan menyanyikan lagu band pentolan Giring penuh ekspresi, “bila aku jatuh cinta...aku mendengar nyanyian seribu dewa dewi cinta menggema dunia.... bila aku jatuh cinta... aku melihat matahari kan datang padaku dan memelukku dengaaaaaan sayang.... Bila aku jatuh cinta aku melihat sang bulan kan datang padaku dan menemani aku huoooo.... melewati dinginnya mimpi....melewati dinginnya mimpi.....hahahaha”

Tiba-tiba pintu kos kamar Nurdin dan Rangga diketuk. Si pengetuk pintu sudah masuk sebelum diberi izin. Dengan tersengal-sengal Asep berkata, “Kang, Haris....Haris....Haris Kang. Dia dikroyok sama pereman”

“yang bener kamu Sep? Terus dia dimana sekarang?”Nurdin bertanya panik

“Tadi saya lewat di jalan perempatan dekat kampus. Liat Haris dihajar sama orang yang badannya gede-gede aku langsung lari kesini kasih tahu Kang Nurdin. Aku gak berani bantuin Kang!”

Nurdin langsung lari menuju tempat Haris dikeroyok oleh pereman. Nurdin berlari kencang. Pikirannya hanya satu, keselamatan Haris. Selang beberapa menit Nurdin melihat tubuh Haris sudah tergeetak tak berdaya. Badan Haris penuh luka dan darah bahkan dia sudah tidak sadarkan diri. “Haris, Ris bangun Ris,” Nurdin marah sambil menahan air mata melihat kawannya babak belur. “Tak diragukan lagi ini pasti gara-gara demonstrasi mengkritik wali kota yang kita lakukan kemarin,”Yakin Nurdin.



(BERSAMBUNG)

Hati seorang Nasionalis 1

oleh Sri Asnawati pada 15 Januari 2011 jam 0:46

Pemuda itu penuh binar. Matanya berkilat-kilat menunjukkan semangat perjuangan. Semua diam saat gagasan-gagasannya mencuat dengan tajam. Tangannya mengepal, menunjuk, dan mimik mukanya penuh keyakinan. Semua adik tingkat yang terekrut dengan takjub mendengar pidato pimpinan organisasi nasionalis itu.

"...., ketika Soekarno-Hatta dengan lantang menyuarakan proklamasi kemerdekaan RI pd tanggal 17 agustus 1945. Secara harfiah, momentum proklamasi merupakan wujud pembebasan sebuah negeri dari cengkeraman kolonial penjajahan. Persoalannya kemudian adalah, bahwa dalam konteks proklamasi 17 agustus 1945, pembebasan itu secara nyata hanya menyentuh segi kehidupan semata-mata, yakni dalam bidang politik.
Oleh karena itu, lebih tepatlah kiranya proklamasi kemerdekaan ini dinamai proklamasi di segi lain. Karena dalam prakteknya, pembebasan negeri ini belum mampu untuk membebaskan dirinya baik dari jaringan birokrasi peninggalan masa kolonial Belanda maupun dari infrastruktur ekonomi kapitalisme pinggiran, yang sudah tertanam hampir dua abad lamanya (Supriyanto, 1999: 26), " riuh tepuk tangan membahana ketika Mahasiswa hukum pidana itu berpidato dalam pembukaan rekrutmen anggota baru organisasinya. Dalam pidato pembukaannya ia pun metutup pidato dengan kalimat yang dapat mengcengkeram emosi peserta, " selamat datang di Gerakan Pemuda Nasionalis (GPN). Kalian harus pastikan bahwa kamu, kamu, dan kamu semua yang akan menyelamatkan negeri kita tercinta, Indonesia. Salam mahasisa"

seluruh peserta membalas, "salam mahasiswa" dg penuh semangat kemudian disusul dengan tepuk tangan lagi.
****

Ialah Nurdin pemuda nasionalis yang cerdas, tampan, dan pandai bergaul maka tak heran kaum hawa banyak yang ingin menjadi pacarnya. Cita2nya menggunung. Impiannya tinggi. Semua bisa ia atasi dan kesampingkang demi cita dan mimpinya hanya saja satu hal yang masih membuatnya merasa bodoh dan keluar dari identitasnya sendiri.

Dijendela kamar kost sederhana ia masih juga berpikir dalam hati, "ah, mungkin itu cuma sesaat saja Nurdin!" ia menasehati diri sendiri. Seolah ingin membekekukan sesuatu yang tidak legal mencair dalam hatinya. "huff, susah sekali hati dan pikiran berkompromi," keluhnya.

"hoy, nglamun. Hayo...lagi nglamuin apa ni Din!" ucap Rangga membuyarkan pikiran Nurdin.

"ah, kamu. Ganggu aja Ngga," keluh Nurdin sambil tetap tersenyum.

"sob, untuk urusan yg itu gak bisa di lihat dari kaca mata hukummu itu. Gak akan nyambung bung!!"

"bisanya cuma mledek aja Ngga?"

"bukan. Hanya memberi pandangan secara rasional Din! Ya, bisa dikatakan dari sudut pandang seorang Rangga Pamungkas, mahasiswa sastra indonesia. Hahaha"

"jadi? Kamu menilai ini wajar Ngga? Ah, manis di bibir saja paling. Dibelakangku kau mentertawakanku", ucap Nurdin dengan muka merana.

"cerita saja padaku Din! 4th kita sekamar. Kemana2 bareng. Satu organisasi, satu perjuangan pula", Rangga tetap merayu Nurdin agar mau buka mulut.

Nurdin cengar cengir. Tak kuasa menahan sesuatu yang ingin ia bagi dg teman sejawat. Namun, malu. "masa iya, aktifis macam Nurdin Kholid membicarakan ini. Bagaimana nanti repotasiku?" timbang nurdin dalam hati.

"din, kamu bukan robot. Disini nih," Rangga menunjuk dada Nurdin, "ada organ yang namanya hati. Kamu ngaku manusia kan?"

"jaga rahasiaku Ngga. Kamu sahabat terdekatku. Begini,....
(bersambung)

Diary matematikawan 4

Lebih dari dua bulan aku tak berinteraksi dengan aljabar matriks, teori bilangan juga analisis vektor. Jujur saja, sungguh rindu tak bertepi. Sudahlah...aku hanya memperhitungkan peluang. Peluang untuk berpetualang seperti Galileo yang mati karena mengatakan "bumi itu bulat".
Huff, aku ingin begini. Aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali. Persis! Persis seperti lagu mendunia. Serakah bukan main manusia itu.
Akhirnya ku putuskan untuk......................

Diary matematikawan 3

oleh Sri Asnawati pada 23 Desember 2010 jam 17:22
Massa kebersamaan kita telah mendekati limit nol tapi korespondensi satu-satu antara kita akan terus continu sob! Ya, karna persahabatan kita sama sekali tidak imajiner. Persahabatan kita sungguh realistik. Ah kawan. . .tahu tidak? Dengan kalian aku membagi beban dan kesedihan. Bersama kalian aku belajar menambah kedewasaan. Bersama kalian kebahagiaan berkali lipat lebih indah. Dan dengan kalian kesepian terkurangi. Ah, kita sudah menjadi himpunan istimewa yang tidak bisa dibagi lagi. Sudah menjadi himpunan bagian satu sama lain. Iya kan?

Sob, agaknya kita akan bergerak menjalani hidup dengan cara dan kecepatan kita masing-masing. Jika nanti kita sulit memperoleh peluang untuk menuju titik pertemuan kita maka cukuplah ingat bahwa doa dan semangat dariku tetap seperti simetri lipat lingkaran untuk kalian sumua. Jika grafik hidupmu telah ada di titik maksimum ingatlah bahwa kau raih itu dengan ribuan bahkan jutaan doa dari ayah dan bundamu. Mereka telah mensubstitusikan keringat dan air mata untuk mengantarmu sampai di puncak itu.


Inilah saatnya kita harus berjuang agar kita menemukan himpunan penyelesaian bagi kemakmuran manusia kawan. . .
Bagaimana? Kalian siap melukis grafik yang indah untuk kebahagiaan orang banyak? Atau kita akan mengelilingi mereka dengan luasnya ilmu yang berderet berkilauan.

Sob, tulisan ini adalah curhat seorang matematikawan. Tulisan tentang pengalaman hidup matematikawan dengan para sahabatnya. Aku hanya ingin memberitahu dunia bahwa matematikawan tidak semuanya dingin seperti John Nash. Tidak semuanya sombong seperti Phytagoras yang merendahkan orang ber IQ dibawah rata-rata. Inilah aku dan kalian. . .yang juga seperti sastrawan yang menyukai keindahan dan puisi. Yang juga seperti Marcopolo yang menyukai perjalanan dan petualangan.

Aeron

Sri Asnawati pada 21 Desember 2010 jam 18:13

Kota ini bukan tempat aku dilahirkan tapi aku suka hidup disini. Hidup di kota yang penuh jejak sejarah dan budaya. Dan jika sudah cukup bekal dan dewasa maka aku. . . Akan segera sampai di kota itu. Kota impianku. Sebuah kota yang pernah kutulis dalam buku-buku harian sejak kanak-kanak dulu. Ya, sebuah masterplan yang sudah kususun bak aeron, pangjang. Membutuhkan massa berabad lamanya agar aku dapat menginjakkan kaki disana.

Jika tiba saatnya maka aku akan meninggalkan kota ini, kota yang kuanggap kota kelahiranku. Kota yang memahatkan senyum dari fajar hingga senja. Aku akan pergi meninggalkan bunda yang selalu mengecup keningku. Tak usah khawatir bunda. . . karna aku akan merasa rindu untuk kembali. Rindu. Seperti kerinduan Bilal bin Robbah pada Mekkah. Rindu suguhan segelas susu hangat yang kau buatkan untukku.

puisi untuk seseorang

oleh Sri Asnawati pada 11 Oktober 2010 jam 1:41
Kata apa yang harus aku tulis.
aku tak tahu.
Masih tak tahu.
seperti ilalang diterpa topan.
ambruk tak beraturan.


kalimat apa yang harus kuukir.
masih tersendat.
terkatung dikerongkongan.
tercekik bak tikus got keracunan


paragraf apa yang akan kubuat.
tetap tak tahu.
masih juga terhalang seperti burung terjerat sangkar.


puisi apa yang akan ku buat
aku tahu. Benar-benar tahu.
masih sama seperti dulu.
Cukup percaya. Itu saja.

PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN KUANTUM DENGAN TEHNIK PETA PIKIRAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA


(matematika dengan wajah yang ramah)

1.PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Matematika adalah salah satu ilmu yang dipelajari oleh peserta didik sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Konsep-konsep dalam matematika semuanya adalah abstrak termasuk konsep-konsep tentang bangun ruang seperti volume, luas permukaan dan lain-lain. Piaget dan Dienes mengatakan bahwa pentinggnya pengajaran matematika itu menarik, dapat dipahami siswa,dan lain-lain; dalam pembelajaran matematika itu perlu adanya alat peraga, permainan, memperhatikan perkembangan mental siswa, dan lain-lain (Ruseffendi, 2006: 69). Pendapat Piaget dan Dienes tersebut didukung pula oleh Ruseffendi,
Apa-apa yang diajarkan dalam matematika itu semuanya abstrak.Begitu pula dalam berhitung/matematika lama.Yang bisa kogkrit itu selain dalam pengajarannya juga dalam representasi konsep dan dalam penerapannya (Ruseffendi, 2006: 71).

Dari pendapat dasar di atas, guru matematika harus mampu membuat abstraksi yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan agar konsep-konsep matematika dapat dipahami siswa sehingga standar kompetensi dapat tercapai. Ini senada dengan pendapat Jacobsen, Eggen,dan Kauchak,


Abstraksi bisa berfungsi sebagai penyimpul atau peringkas sebab abstraksi bisa menjelaskan informasi hanya dalam satu pernyataan yang lebih mudah untuk diingat dibandingkan mengingat fakta satu per satu. Matematika bisa dijadikan contoh untuk mengilustrasikan poin ini (Jacobsen dkk, 2009: 106).

Pembelajaran matematika yang berkembang saat ini adalah menggunakan pembelajaran matematika (modern) karena pembelajaran matematika (modern) dianggap dapat mempermudah siswa dalam belajar matematika. Hal ini sesuai dengan pendapat Ruseffendi yang mengungkapkan bahwa pengajaran matematika (modern) itu bertujuan untuk meluruskan dan mempermudah siswa belajar berhitung dan cabang-cabang matematika lainnya. Bukan untuk mempersulit (Ruseffendi, 2006: 71).
Metode pengajaran yang tepat pun memiliki peran dalam kesuksesan kegiatan belajar mengajar di kelas. Seorang guru harus mampu menjabarkan tuntutan kurikulum agar standar kompetensi dan kompetensi dasar dapat tercapai. Dalam kompetensi “Geometri dan Pengukuran” (memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya) guru harus mampu menjabarkan semua tujuan tersebut dalam rencana pelaksanaan pengajaran (RPP). Pada RPP tersebut guru harus cermat menggunakan pendekatan, metode, dan teknik yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukannya di kelas.
Kurikulum memiliki peran yang penting dalam pendidikan karena kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru harus berpedoman pada kurikulum. Pengertian kurikulum menurut Susilo (2007: 80) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses dalam kegiatan belajar-mengajar. Adapun Dimyati dan Mudjiono (2006: 265) mengemukakan bahwa kurikulum merupakan jalan yang berisi sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijasah. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam kurikulum terdapat berbagai macam mata pelajaran/bidang studi. Salah satu bidang studi yang merupakan bagian dari kurikulum adalah mata pelajaran matematika. Pada mata pelajaran matematika terdapat isi pelajaran yang disusun secara sistematis dan harus dikuasai oleh peserta didik. Untuk menentukan keberhasilan dari kegiatan belajar-mengajar maka ditentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik.
Kompetensi diartikan Finch dan Crunkilton (Susilo, 2007: 98) sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Untuk mengetahui keberhasilan pencapaian kompetensi yang diharapkan maka dibutuhkan indikator. Dengan demikian, kompetensi yang harus dikuasai peserta didik perlu dinyatakan agar dapat dinilai sebagai hasil dari proses belajar-mengajar yang telah dilakukan sehingga, peserta didik mengetahui tujuan belajar dan tingkat penguasaanya terhadap suatu materi ajar. Hasil penilaian tersebut dapat dijadikan indikator keberhasilan dari kegiatan belajar-mengajar guru dan siswa yang berpedoman pada kurikulum.
Jadi pembelajaran matematika adalah kegiatan belajar-mengajar yang telah disusun oleh guru dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disesuaikan dengan silabus dan berpedoman pada kurikulum agar kegiatan belajar mengajar berhasil sesuai dengan harapan.

2.METODE PEMBELAJARAN KUANTUM DENGAN TEKNIK PETA PIKIRAN
Metode mengajar adalah cara guru untuk menyampaikan materi kepada siswa pada mata pelajaran tertentu. Adapun metode pembelajaran kuantum menurut Wena adalah cara baru yang memudahkan proses belajar, yang memadukan unsur seni dan pencapaian yang terarah, untuk segala mata pelajaran (2009: 160). Wena hanya mengaitkan pembelajaran kuantum pada unsur seni dan pencapaian yang terarah.
Quantum Teaching adalah penggubahan belajar yang meriah, dengan segala nuansanya. Dan Quantum Teaching juga menyertakan segala kaitan,interaksi, dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar. Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas-interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar (DePorter dkk, 2010: 32).

Pembelajaran kuantum merupakan metode pembelajaran yang mengharuskan guru memaksimalkan kemampuannya dalam mempresentasikan bahan ajar dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Dalam menggunakan metode pembelajaran ini, guru harus menghargai setiap usaha yang telah dilakukan oleh siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan membantu memudahkan belajar siswa. Selain itu, guru juga harus mampu membina hubungan yang akrab dengan siswa sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Pembelajaran kuantum dengan teknik peta pikiran sangat erat kaitannya dengan Neuro Linguistic Programming (NLP) yaitu,
Setiap individu memahami panca indra atau dalam terminology NLP dikenal sebagai VAKOG (Visual, Auditory, Kinesthetic, Olfactory dan Gustatory). Setelah berusia dua belas tahun, individu memiliki preferensi dari kelima channel informasi tersebut, umumnya diantara ketiga channel tesebut; Visual, Audiotory, atau kinesthetic (Putra, 2008: 77).

Pendapat Putra tesebut didukung oleh pendapat DePorter dan Hernacki yang mengatakan bahwa quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi (DePorter dan Hernacki, 2009: 14). Teknik peta pikiran merupakan cara mengajar yang mengaitkan neurolinguistik sehingga siswa dapat membahasakan maksud guru dalam peta pikirannya sendiri.
Mind map atau peta pikiran menurut Buzan adalah cara termudah menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak-mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikir-an-pikiran kita (2008: 4). Teknik peta pikiran ini dapat membantu siswa dalam mempermudah belajar matematika seperti pendapat Michalko (Buzan, 2008: 6-7) yang mengatakan bahwa mind map akan mengaitkan seluruh otak, membereskan akal dari kekusutan otak, memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan, membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah, memberikan gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, memungkinkan kita mengelompokkan konsep, membantu kita membandingkannya, mensyaratkan kita untuk memusatkan hubungan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kuantum dengan teknik peta pikiran adalah cara mengajar yang menyenangkan dengan memadukan unsur seni dan hubungan dinamis dalam lingkungan kelas dan interaksi serta menggunakan keahlian mencatat yang efektif, kreatif, dapat menempatkan dan mengundang informasi dari otak dalam bentuk tulisan yang memudahkan belajar matematika siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

3.PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Keberhasilan proses belajar mengajar biasa disebut dengan istilah prestasi belajar. Prestasi belajar ini dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern. Dimiyati dan Mudjiono (2006: 235-253) mengemukakan bahwa faktor-faktor intern meliputi, sikap terhadap belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, dan mengolah bahan pelajaran. Adapun faktor ekstern merupakan faktor-faktor yang disebabkan dari luar, diantaranya, guru sebagai pembina siswa belajar, prasarana dan sarana pembelajaran, kebijakan penilaian, lingkungan sosial siswa disekolah, kurikulum sekolah.
Glaser (Prawiradilaga, 2007: 112) berpendapat hahwa “Jika tujuan pembelajaran telah dirumuskan dengan baik, maka tujuan pembelajaran itulah menjadi acuan keberhasilan seorang peserta didik”. Konsep tersebut dinamai Glaser dengan criteria-referenced meansure (CRT). CRT adalah bukti peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Peserta didik harus mampu memenuhi persyaratan tertentu yang terangkum dalam rumusan tujuan pembelajaran yang dibuat guru dalam RPP. Tujuan pembelajaran itu harus disesuaikan dengan silabus dan kurikulum yang berlaku. kesuksesan belajar siswa pun tidak hanya dibandingkan dengan teman sekelasnya saja. CRT di Indonesia biasa disebut dengan penilaian acuan patokan (PAP) atau standar kelulusan minimal (SKM).
Dari pendapat Glaser tersebut maka pengukuran prestasi belajar bersifat kuantitatif. Pengukuran tidaklah sama dengan penilaian namun antara keduanya saling berkaitan. Dalam hal ini prestasi belajar dapat diukur seperti pendapat Hamalik (2007: 203) yang menyatakan bahwa “Pengukuran adalah usaha untuk mengetahui berapa banyak hal yang telah dimiliki oleh siswa setelah mempelajari keseluruhan materi yang telah disampaikan kepadanya”. Prestasi belajar ini erat kaitannya dengan pemahaman siswa terhadap materi yang dikuasainya. Semakin tinggi pemahaman siswa terhadap materi pelajaran maka semakin baik prestasi belajarnya begitu pula sebaliknya. Faktor utama yang mempengaruhi prestasi belajar pada pembelajaran matematika adalah siswa kesulitan dalam memahami konsep mengenai materi yang disampaikan oleh guru. Hal inilah yang menyebabkan siswa kurang berprestasi dalam mata pelajaran matematika. Selain kesulitan dalam memahami konsep materi yang dijelaskan, siswa juga kesulitan untuk menghafal rumus-rumus dalam pelajaran matematika.
Belajar matematika begitu kompleks karena siswa harus memahami konsep yang tidak selamanya realistik. Ada kalanya belajar matematika sangat abstrak sehingga menyulitkan siswa. Oleh karena itu, agar siswa dapat meningkatkan prestasi belajar matematikanya maka modal awalnya adalah guru harus pandai menggunakan metode yang tepat untuk menyampaikan materi dan mengemasnya dengan menarik sehingga siswa antusias mengikuti belajar mengajar. Jika siswa antusias mengikuti proses belajar mengajar maka akan timbul motivasi untuk belajar yang mengakibatkan berubahnya prestasi belajar matematika ke arah yang lebih baik.
Prawiradilaga (2007: 38) menyatakan penilaian belajar adalah tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi yang sudah dikuasai atau belum. Penilaian tidak hanya berkaitan dengan angka tertentu sebagai hasil belajar yang menunjukkan prestasi pebelajar. Dari pendapat Prawiradilaga tersebut guru dapat mengetahui prestasi belajar matematika siswa dengan melakukan penilaian dalam bentuk asesmen, baik yang berbentuk objektif maupun subjektif.
Berhasil atau tidaknya proses belajar-mengajar dapat dilihat dari terjadinya perubahan yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Tujuan yang dimaksud adalah hasil belajar siswa yang menunjukkan prestasi belajar. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa tersebut maka, guru dapat mengukurnya dengan pemberian tes atau evaluasi kepada siswa. Fungsi evaluasi sebagai alat pengukur keberhasilan adalah untuk mengukur seberapa jauh tujuan instruksional dapat dicapai setelah kegiatan belajar mengajar dilaksanakan (Suherman dan Sukjaya, 1990: 9).
Evaluasi hasil belajar dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan tes dan bukan tes (nontest). Tes sendiri dapat diberikan secara lisan dan tes tulisan sedangkan soal-soal tes dapat berupa tes objektif atau uraian. Hasil tes adalah salah satu indikator untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa.Jika terjadi perubahan dalam diri siswa menjadi lebih baik maka dapat dikatakan siswa mengalami perbaikan pada prestasi belajarnya. Prestasi belajar bukan berarti semua siswa dapat memperoleh nilai sepuluh semua karena guru pun harus memahami bahwa setiap peserta didik memiliki minat dan bakat masing-masing. Paling tidak siswa dapat mencapai standar kelulusan minimal yang telah ditetapkan sekolah pada pelajaran matematika. Jadi,prestasi belajar matematika adalah perubahan siswa setelah melakukan proses belajar mengajar matematika dan hasilnya dapat diukur dengan tes atau evaluasi.

4. DESAIN PEMBELAJARAN
Gagne, Briggs, dan Wager (Prawiradilaga, 2007: 15) mengungkapkan “Proses belajar terjadi karena adanya kondisi-kondisi belajar, internal maupun eksternal. Kondisi internal adalah kemampuan dan kesiapan diri pebelajar, sedangkan kondisi eksternal adalah pengaturan lingkungan yang didesain”. Dari pendapat Gagne dan kawan-kawan ini dapat diketahui bahwa menyiapkan kondisi eksternal merupakan sesuatu yang dapat didesain oleh guru. Oleh karena itu, desain pembelajaran harus sistematis dan menarik sehingga siswa bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Adapun Prawiradilaga mengungkapkan,
Desain pembelajaran untuk KBM sebenarnya memadu seorang pengajar bagaimana mengelola, menciptakan interaksi belajar, kerja sama pengajar dengan pembelajar, dan pihak lain yang terlibat dapat dikembangkan dengan baik dalam model KBM ini (Prawiradilaga, 2007: 45).

Dari dua pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa peran desain pembelajaran sangatlah penting karena dalam desain pembelajaran terdapat tahapan-tahapan yang harus dilakukan seorang guru. DePorter, Reardon, dan Nourie (2010: 39-40) mengemukakan bahwa tahapan pembelajaran kuantum meliputi, “Tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan”. Untuk melakukan semua tahapan metode pembelajaran kuantum maka guru harus mampu menterjemahkan maksud dari tiap tahapannya. Hal tesebut dilakukan agar penerapan metode pembelajaran kuantum dapat berhasil sesuai harapan. Adapun maksud dari tahapan-tahapan yang harus dilakukan guru pada desain pembelajaran kuantum menurut Wena (2009: 164) sebagai berikut:
No Rancangan Penerapan dalam Proses Belajar Mengajar
1.Tumbuhkan, Tumbuhkan mengandung makna bahwa pada awal kegiatan pembelajaran pengajar harus berusaha menimbulkan/mengembangkan minat siswa untuk belajar. Dengan timbulnya minat, siswa akan sadar manfaatnya kegiatan pembelajaran bagi dirinya atau bagi kehidupannya.
2.Alami, Alami mengandung makna bahwa proses pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa mengalami secara langsung atau nyata dari materi yang diajarkan….. Pengalaman dapat menciptakan ikatan emosional,menciptakan peluang untuk pemberian makna, dan pengalaman membangun keingintahuan siswa
3.Namai, Namai mengandung makna bahwa penamaan adalah saatnya untuk mengajarkan konsep, keterampilan berpikir, dan strategi belajar. Penamaan mampu memuaskan hasrat alami otak untuk memberi identitas, mengurutkan, dan mendefinisikan.
4.Demonstrasikan, Demonstrasikan berarti bahwa memberi peluang pada siswa untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka ke dalam pembelajaran lain atau ke dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
5.Ulangi, Ulangi berarti bahwa proses pengulangan dalam kegiatan pembelajaran dapat memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa tahu atau yakin terhadap kemampuan siswa. Pengulangan harus dilakukan secara multi modalitas, multi kecerdasan.
6.Rayakan, Rayakan mengandung makna pemberian penghormatan pada siswa atas usaha, ketekunan, dan kesuksesannya. Dengan kata lain perayaan berarti pemberian umpan balik yang positf pada siswa atas keberhasilannya, baik berupa pujian, pemberian hadiah atau bentuk lainnya……perayaan akan dapat memperkuat proses belajar selanjutnya.

Itulah rangkaian tahapan yang dilakukan guru dalam menggunakan metode pembelajaran kuantum yang berguna sebagai pedoman guru ketika menggunakan metode pembelajaran kuantum pada kegiatan belajar-mengajar. Jika pembelajaran kuantum ini dipadukan dengan teknik peta pikiran maka siswa dituntut untuk dapat membuat catatan dengan teknik peta pikiran setelah guru menjelaskan materi ajar dengan tahapan metode diatas. Sebelumnya guru menerangkan apa itu mencatat dengan teknik peta pikiran kepada siswa secara singkat pada pertemuan pertama.
Pada pertemuan pertama guru menjelaskan menulis dengan teknik peta pikiran. Guru menyampaikan langkah-langkah yang harus siswa lakukan ketika menggunakan pembelajarn dengan teknik ini. Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat catatan dengan teknik peta pikiran adalah,
-tulis gagasan utamanya di tengah-tengah kertas dan lingkupilah dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain.
-tambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap poin atau gagasan utama.
-tulislah kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang yang dikembangkan untuk detail.
-tambahkan symbol-simbol dan ilustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik.
(DePorter dan Hernacki, 2009: 156)

Untuk lebih memperjelas guru dapat memberikan contoh teknik penulisan dengan menggunakan peta pikiran pada siswa misalnya, pada sub pokok bahasan limas segi empat dengan alas persegi dan persegi panjang. Guru meperlihatkan contoh mencatat dengan teknik peta pikiran.
Teknik mencatat dengan teknik peta pikiran dapat dikreasikan oleh siswa. Setiap siswa dapat mencatat sesuai dengan selera masing-masing supaya menarik dibaca sehingga, dapat memacu siswa untuk belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Putra (2008: 258) yang menjelaskan tentang keutamaan mencatat menggunakan peta pikiran antara lain sebagai berikut,
1. Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
2. Level keutamaan informasi terindikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dekat dengan tema utama.
3. Hunbungan antara masing-masing informasi secara mudah dapat dikenali.
4. Lebih mudah dipahami dan diingat.
5. Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur peta pikiran, sehingga mempermudah proses revisi informasi.
6. Masing-masing peta pikiran sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
7. Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.
Metode pembelajaran kuantum dengan teknik peta pikiran mengharuskan guru berperan sebagai quantum teacher yaitu seorang guru harus berperan,
menampilkan semangat untuk hidup; menggerakkan orang; menjalin hubungan dengan beragam siswa; menemukan lebih dari satu cara untuk mencapai hasil; berkomunikasi dengan jelas, ringkas dan jujur; dapat mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup siswa dan peduli akan diri siswa; membuat pedoman kualitas hubungan dan kualitas kerja yang memacu setiap siswa untuk berusaha sebaik mungkin (DePorter dkk, 2010: 157).
Dari pendapat DePorter dan kawan-kawan dapat diuraikan peran pengajar dalam pembelajaran kuantum dengan teknik peta pikiran. Tahapannya yaitu,
1. Sebagai motivator.
Hal ini sesuai dengan tahapan awal metode pembelajaran kuantum yaitu tumbuhkan yang mengandung makna bahwa pada awal kegiatan pembelajaran pengajar harus berusaha menimbulkan/mengembangkan minat siswa untuk mengembangkan minat siswa untuk belajar.
2. Sebagai fasilitator yaitu guru harus mampu memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar dengan menciptakan lingkungan yang mendukung berupa alat bantu, pengaturan bangku, musik dan lainnya.
3. Sebagai penyampai materi ajar. Dalam menyampaikan materi guru menggunakan tahapan yaitu:
a. Alami.
Alami mengandung maksud bahwa guru memberikan gambaran senyata mungkin mengenai bangun ruang dengan kehidupan siswa.
b. Namai.
Setelah memberikan gambaran nyata tentang materi maka guru dapat menjelaskan teori dan konsep tentang bangun ruang kepada siswa.
c. Demonstrasikan.
Maksudnya adalah guru mengaitkan antara gambaran nyata tentang bangun ruang dengan teori yang disampaikan. Hal ini akan membantu siswa dalam menterjemahkan dan menerapkan pengehauan dengan teori dan konsep bangun ruang.
4. Sebagai komunikator ulung.
Untuk dapat memasuki dunia siswa maka guru harus pandai berkomunikasi dengan bahasa siswa.
5. Sebagai evaluator.
Dalam penggunaan metode pembelajaran kuantum maka guru dapat mengevaluasi prestasi belajar siswa dengan cara ulangi. Maksud dari ulangi adalah guru memberikan latihan setelah penyampaian materi.
6. Sebagai pemberi penghargaan.
Tahapan teerakhir pada metode pembelajaran kuantum adalah rayakan. Maksud dari rayakan adalah adanya pemberian penghargaan kepada siswa baik dari segi keaktifan atau dari segi penguasaan terhadap latihan yang diberikan. Bentuk penghargaan dapat berupa pemberian poin, tepuk tangan atau apapun yang dapat memotivasi siswa untuk menyenangi pelajaran matematika.
Peran guru pada metode pembelajaran kuantum harus didukung juga oleh peran siswa. Adapun yang perlu dilakukan pelajar pada metode pembelajaran kuantum adalah sebagia berikut:
1. Sikap terhadap belajar yang bertanggung jawab.
2. Menumbuhkan motivasi belajar dalam dirinya.
3. Menyimak guru saat menyampaikan materi dengan penuh perhatian dan konsentrasi.
4. Mencatat materi ajar dengan teknik peta pikiran.
5. Ikut melibatkan diri secara aktif saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung terutama saat guru melakukan pendemonstrasian dan latihan.
Pada kegiatan belajar-mengajar bukan hanya guru dan siswa saja yang memiliki peran tapi materi ajar pun memiliki peran penting yaitu,
1. Sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum.
2. Sebagai materi yang harus disampaikan guru kepada siswa.
3. Bahan pertimbangan untuk merancang cara penyampaian materi ajar agar standar kompetensi dan kompetensi dasar dapat tecapai.
4. Sebagai rujukan untuk menentukan alat bantu yang tepat untuk kegiatan belajar-mengajar.
Materi ajar erat kaitannya dalam kegiatan belajar-mengajar karena ketika guru menyampaikan materi ajar maka guru harus menyiapkan RPP. Dalam RPP terdapat langkah-langkah yang harus guru lakukan, standar kompetennsi, dan kompetensi dasar yang harus dicapai. RPP sendiri merupakan penjabaran dari silabus dan kurikulum yang berlaku secara nasional yang diterapkan pada kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian, guru dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan metode yang telah ditentukannya.
Tujuan dari penggunaan metode pembelajaran kuantum dengan teknik peta pikiran bermaksud untuk megubah paradigma yang tertanam pada siswa mengenai pembelajaran matematika yang dianggap menakutkan, membosankan, dan susah untuk dihafal apalagi dipahami. Jadi, dari semua rangkaian penjelasan diatas dapat menghasilkan gambaran untuk menerapkan semua desain pembelajaran pada kegiatan belajar-mengajar yang dapat disusun pada RPP.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Buzan, T. (2008).Buku Pintar Mind Map. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
DePorter, B dan Hernacki, M. (2009).Quantum Learning. Bandung: Kaifa.
DePorter, Reardon, dan Nourie. (2010). Quantum Teaching. Bandung: Kaifa.
Dimiyanti dan Mudjiono.(2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rienaka Cipta.
Hamalik. (2007). Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Jacobsen, D.A, Eggen, Kauchak. (2009). Methods for Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Jihad, A dan Haris, A. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo
Joyce, B, Well, M, Calhoun, E. (2009). Model of teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Prawiradilaga, D.S. (2007). Prinsip-prinsip Disain Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Putra, Y.P. (2008). Memori dan Pembelajaran Efetif. Bandung: Yrama Widya.
Riduwan. (2005). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru Kryawan dan Peneliti pemula. Bandung: Alfabeta
Ruseffendi, E.T. (2006). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tasiro.
Susilo, M.J.(2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wena, M. (2009).Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.

Diary matematikawan 2


Tapi bumi itu tidak berbentuk limas jadi buang jauh harapan imajiner kalian untuk sampai di ujung dunia. Pahami bahwa kalian akan kembali ke tempat yang sama jika mengarunginya lurus saja. Paham tidak teman? Jangan ada titik balik turun jika tak mau merugi. Berjalanlah linier maka kau akan menjumpaiNYA.


Katanya hidupku dan hidup kalian seperti lingkaran. Kita sama-sama menjadi bagian dari titik-titik tepi yang mengelilingi pusat lingkaran. Hidup kita... Apakah berpusat padaNYA? Jangan heran jika jawabannya mutlak.


Aku pikir ini seperti suatu fungsi continue yang hasilnya sama dengan satu. Entah dari kiri atau kanan akan terus mendekati Yang Maha Satu. Jangan pakai teori temuan John Nash dalam perkara ini karena teori itu lebih manfaat untuk kehidupan kita di dunia. Jujur saja aku ingin kwalitas dan kwantitas keterkaitan aku denganNYA seperti deret fibonaci atau deret geometri. Kalaupun tidak, minimal seperti deret aritmatika.

PUNYA PASSIVE INCOME?? WHY NOT

Review NegeriAds.Com



Dear teman-teman semua,..

Pada posting kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah kabar gembira untuk Anda semua. Kabar gembiranya adalah: telah diluncurkan sebuah jaringan PPC baru, bernama NegeriAds.Com.

PPC Ads Network lagi? Betul sekali. Tapi tentu, jaringan baru ini tidak akan seperti yang lainnya. Jaringan PPC ini akan lebih user friendly, responsif dan tentunya juga lebih membawa untung untuk semua pihak.

Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi advertiser, untuk menyebarkan iklan tentang produk-produk Anda, atau produk-produk yang Anda affiliasikan, bisa mulai mencoba untuk mengiklankannya di jaringan NegeriAds.Com.

Cost per Click (CPC) sangat murah, hanya mulai Rp 400 / klik / iklan. Dan dengan dilindungi oleh sistem Anti Fraud (1 klik / IP / hari), Anda bisa lebih tenang dan yakin bahwa setiap sen uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.

Bagi para affiliate dan reseller, Anda bisa menjadikan jaringan NegeriAds.Com pilihan alternatif (atau bahkan pilihan utama) untuk beriklan. Bagi para product owner, Anda pun bisa melakukan hal serupa plus merekomendasikan jaringan baru ini kepada para affiliate dan reseller Anda (karena persaingan di jaringan PPC lain sudah ketat).

Untuk mereka yang ingin menjadikan blog / website yang sudah dimiliki sebagai sebuah mesin uang, segeralah bergabung menjadi publisher NegeriAds.Com, dan mulai jaring komisi dari klak-klik pengunjung pada blog / website Anda. Pendaftaran publisher 100% GRATIS.

NegeriAds.Com memberikan sharing profit yang adil, 50%-50% antara network owner dan para publisher. Untuk jenis dan ukuran iklan, disediakan berbagai ukuran iklan berbasis text dan gambar dengan standard tampilan yang sesuai dengan ukuran IAB.

Minimum payout hanya Rp 50.000 dan dibayar dalam waktu 7-14 hari setelah request komisi dilakukan. Ini jauh lebih baik daripada banyak jaringan PPC lainnya yang baru melakukan pembayaran setelah 30 atau bahkan 40 hari setelah payout diminta... mana mau nunggu lama-lama.

Pada akhirnya, saya rasa NegeriAds adalah tempat yang tepat bila Anda ingin menjadi seorang Advertoser atau Publisher untuk market Indonesia.

Untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang NegeriAds.Com dan ingin mendaftar (sebagai Advertiser atupun Publisher), silakan segera datang ke:

•••> http://negeriads.com/index.php?r=10021

Selamat mencoba menjadi publisher NegeriAds.

Salam sukses untuk Anda!

Diary Matematikawan 1

Tak kan kubiarkan stasioner. Sungguh membosankan!! Jika aku harus menutup kisah ini maka aku akan memilih mengakhirinya dengan kurung siku yang fungsinya naik kuat. Tapi melukis grafik hidup yg persis kehendak diri adalah kemustahilan. Sang Penguasa ternyata ikut melukisnya dalam takdir yang aku dan kalian semua tak akan pernah tahu geraknya.

Detik itu Sang Penguasa mengabulkan titik maksimalku. Ternyata itu semua karena aku mensubstitusikan keangkuhanku dengan doa-doa yang minim namun tulus. Ah, aku menghakhirinya dengan baik. Semuanya telah selesai. Sudah tidak ada lagi. Aku merdeka!!!

Itu semua membuat kebahagiaan terkuadrat dengan angka-angka yang sempurna. Kenapa tidak dari dulu aku paham bahwa kepayahan layaknya bilangan prima yang hanya bisa dibagi dengan 1 dan bilangan itu sendiri. Dan dimalam itu aku hanya membagi semua penderitaan dan rahasiaku padaMU. Berbagi dengan Engkau Yang Satu dan diriku sendiri.

Kode imajiner1:
233, 5, 144, 10946, 987, 1, 89, 1, 377, 75025, 1, 377, 13, 233, 5, 233, 1, 377, 13, 13, 34, 144, 89, 10946, 1'0, 10946, 377, 13, 1

SENANDUNG PETANI DESA

Semilir angin sore di antara hamparan padi nan hijau memberi aroma tersendiri untuk memekuri arti sebuah perjalanan. Teduh diantara hijaunya padi yang di tanam oleh aku dan kawan-kawan petaniku. Burung gereja berhamburan menari-nari di antara hijaunya padi yang masih menampakkan daunnya seolah menguji kesabaran burung untuk merasakan nikmatnya padi petani tradisional macam kami. Kadang aku ingin berteriak pada burung yang tidak mengerti apa-apa akan kehidupan manusia yang terlampau rumit, “hai burung-burung kenapa kalian tidak meminta beras kualitas satu untuk mengisi perutmu kepada petinggi negeri yang bingung menghabiskan harta mereka untuk apa? Kenapa kalian lebih memilih bersusah payah berebut padi dengan petani kecil macam kami? Kami sekoyong-koyong mengusir kalian jika kalian akan memangsa padi jerih payah kami yang ternyata tak juga cukup untuk menutupi kebutuhan anak dan istri kami. Bahkan kami buat orang-orangan sawah agar kalian takut memengsa hasil sawah kami. Kenapa?” namun sudahlah. Aku pikir itu adalah pertanyaan hati nurani yang aku sendiri tak tahu harus bagaimana menjawabnya.

Akulah petani kecil yang hidup di desa yang penuh dengan kepongahan. Bulan-bulan lalu kepala desaku mengundurkan diri karena ingin menjadi angota dewan yang lebih keren jabataanya ketimbang jadi kepala desa. Serta merta ia mengundurkan diri dari jabatannya. Mengumpulkan seluruh aparat desa yang telah menjadi bawahannya dulu untuk memuluskannya menjadi anggota dewan. Kami di suruh mencontreng beliau. Janji-janji itu ia umbar kepada kami. Sungguh aku sangat lelah pak! Aku sudah tidak percaya lagi dengan kata-kata bapak!! Aku pun melihat anakku tidak sepakat sama sekali dengan model kampanye bapak. Anakku yang tamatan SMA menjelaskan hal itu pada bapaknya yang petani ini. Aku lebih percaya anakkku itu pak!! Oh desa yang kehilangan pemimpinnya. Namun bagiku selama ini tak ada bedanya ada aatu tidak ada kepala desa.

Lalu BPD bak penyelamat bermusyawarah untuk mencari solisi dari prahara desa yang kehilangan pimpinan. Dengan musyawarah orang-orang tertentu akan diputuskan siapa yang menggantikan kepala desa yang telah sibuk kampanye sana sini. Ada dua calon. Pemilihan berlangsung tanpa huru hara. Sepi!!! Warga pun tidak bayak yang tahu. Entahlah maksudnya apa atau memang sengaja seperti itu. Aku tidak mengerti karena aku cuma rakyat kecil dan tidak terlalu paham akan aturan birokrasi yang sangat rumit. Aku sudah cukup pusing memikirkan nafkah untuk keluargaku. Dua calon itu ternyata bapak Eri dan bapak Samsul. Aku tidak tahu bagaimana proses pemilihan kepala desa yang ternyata aku dengar dimenangkan oleh bapak Eri. Aku lega sebagai warga karena desaku kini telah punya pemimipin baru walau hanya sekedar simbol tapi, seyidakkya aku tidak malu dengan teman-temanku yang berasal dari desa seberang. Aku sudah muak dengan kepala desa dulu yang sangat memalukan tingkahnya. Menjadi tahanan luar hanya gara-gara seorang perempuan. Ya Gusti….aku mohon ampun atas dosa-dosa kami……dengan partainya yang berhati nurani katanya, beliau berkicau siang malam. Terus menjejali kami dengan ribuan janji yang kami paksa dengarkan padahal dalam hati kami, mentertawakan beliau. Akhir dari kampanye selalu ditutup oleh warga dengan menggunjing beliau. Aku kasihan melihat beliau yang telah susah payah dan mengeluarkan rupiah yang tidak sedikit itu. Tapi memang, beliau memilih jalan hidup seperti itu. Menyedihkan sekali.

Pemilihan anggota dewan usai. Kekalahan memukul mantan kepala desaku. Sepi sekali rumahnya. Poster besar yang memampang fotonya telah dirobek-robek pemuda desa. Aku pun sudah sangat jarang melihat beliau hilir mudik dengan motornya. Entahlah….mendadak tak ada kabar atau beliau sekarang tinggal di istri yang lainnya? Aku tidak tahu.

Kemarin istriku membuka pembicaraan yang lagi-lagi mengecewakan, “pak, tahu tidak? Ternyata beliau bisa menang mengalahkan bapak Samsul karena uang sekian rupiah telah menjadi pelumasnya” istriku bercerita sambil terus menggoreng ikan hasil tangkapanku melaut.
“hus!!! Ibu…. Hati-hati kalau bicara. Jika tidak punya bukti itu fitnah namanya bu….Gusti Allah tidak suka dengan jenis manusia tukang fitnah,” aku menasihati istriku sambil menyeruput teh buatannya.
“bener pak! Ibu tidak bohong. Kemarin ibu main ke rumah istri ketua BPD yang sedang kesal dengan suaminya. Beliau menanyakan uang pelican yang tak juga singgah ke kantongnya. Padahal sudah jelas-jelas ibu ada di sana. Eh, si istri kepala BPD bilang, aku sih blak-blakkan saja sama ibu’. Gitu katanya pak!!” istriku terus bercerita
“lalu apa yang bisa kita lakukan dengan tahu hal itu bu?....” aku bertanya pada istriku.
Istriku diam. Aku pun diam. Kami sama-sama tidak tahu apa yang harus kami lakukan. Rasanya kami melihat diri kami sendiri yang lagi-lagi dibohongi mereka yang pandai itu. Aku hanya bisa mengelus dada dan istrigfar, ASTAGFIRULLAHHALADZIM…..
Aku pandang langit yang biru. Gusti Yang Kuasa masih memberi kami kebahagiaan dengan tidak mengizinkan aku dan kawan-kawan petaniku terbius oleh kekuasaan macam beliau. Alhamdulillah ya Gusti…

Aku tidak tahu harus berbuat apa untuk orang lain karena aku pun tergopoh-gopoh menyelamatkan perut anak istriku. Aku tidak tahu dengan cara apa aku mendedikasikan diriku untuk bangsaku karena aku tidak memiliki berupa-rupa kepandaian. Aku hanya punya keahliah bercocok tanam yang masih sangat tradisional yang oleh kedua orang tua wariskan kepadaku. Setidaknya aku ingin mereka bisa makan nasi hasil sawah kami yang insyaallah barokah. Inilah pengabdianku untuk mengisi buku amalku untuk ku bawa pulang menghadapMu dengan menjadi pahlawan pangan yang tak pernah tertuliskan oleh tinta emas sejarah manapun. Aku hanya petani kecil yang hanya mampu berlaga di depanMu dengan tahajud dan shaum sunnahku. Jika mereka berlomba mencari kedudukan di dunia biar aku berlomba mencari kedudukan disisiMu Gusti Sing Kuasa…..
Matahari semakin indah di pandangan mataku. aku menangis. Petani sepertiku pun bisa menangis. Aku menangis karena masih juga di beri kesempatan memperbarui tobat. Yah, tiga hari yang lalu saat aku melaut dengan seorang pemuda sampanku terbalik. Untung mesin 4 PK tak tenggelam. Itu harta milik keluargku yang sangat berharga. Di tengah gelapnya malam aku bergelut dengan kematian. Mengingat Engkau Gusti…..rasanya kematian itu tinggal satu centimeter lagi aku gapai saat itu. Aku berenang. Sekuat tenaga membalikkan sampan ke posisi semula dengan ribuan ketakutan yang sangat mendera. Tersengal-sengal aku berusaha tanpa ada yang membantu karena kau melihat kawan melautku, pemuda yang masih penuh dengan masa depan tak membantuku sama sekali. Aku melihat dia menggelepar-geleparkan tubuhnya. Asinnya air laut masuk mulut dan hidungnya. Aku makin lunglai jika harus melihat pemuda itu mati di depanku. Aku balik sampan dengan banyak harapan pada Gusti Yang Esa. Sampan berhasil aku balik. Segera aku berenang dengan kencang menyelamatkan pemuda yang aku bawa menemaniku melaut. Aku tarik tubuhnya. Aku bawa dia ke atas sampan. Dengan nafas tersengal-sengal aku tanya padanya, “kamu baik-baik saja nak?”. Betapa aku sangat berdosa jika harus membawa mayatnya pada keluarganya. Beruntung dia masih selamat. Aku lemas seketika mengenang kejadian itu.
Nelayan tradisional lain yang kebetulan tahu dengan apa yang terjadi terhadap sampan kami langsung menyelamatkan kami. Isriku meleleh air matanya saat menemuiku telah pulang ke rumah dengan keadaan wajah yang sangat pucat. Aku tahu ibu anak-anak sangat takut jika kehilangan diriku dengan cara semacam itu tapi, itulah perjuangan hidup. “bapak tidak apa-apa bu….” Aku menenangkan istriku yang masih juga kalut.
“pak…..ibu….” istriku berkata terbata-bata sambil tetap menangis.
“bu, bapak tidak apa-apa. Kematian itu pasti akan datang. Entah bagaimana cara dan rupanya. Tolong ibu buatkan bapak teh saja,”sengaja aku menyuruh isrti membuat teh agar bisa mengendalikan dirinya lagi.
Tiba-tiba pelukan mendarat dari tiga jagoanku. Anak-anakku memeluk tubuh bapaknya yang masih basah huyup oleh air laut. “ bapak tidak apa-apa. Bapak harus tetap tidak apa-apa sampai kita menjadi anak-anak yang bisa membanggakan bapak dan ibu,” mereka menghiburku. Oh Gusti….sempurna nikmat dariMu. Kau jadikan anak dan istriku sebagai penghibur dikala kelelahan dan kesedihan datang.
“kalian akan jadi orang yang berguna. Harus itu!!!” aku menimpali ucapan mereka. Aku ingin halau kedukaan di rumahku dengan banyak harapan dan senyuman.
Langit semakin senja. Mentari sudah harus kembali ke peraduannya. Aku berdiri. Melihat hamparan sawah yang sangat indah terbentang. Ku bersihkan diriku. Memercikkan air wudhu. Biarkan aku menghadapmu Gusti…

Jarak Gadis Umair

Aku pulang dari kegiatan alloctone vrouw sampai malam. Sekitar pukul 08.00 waktu setempat aku pulang. Aku berjalan menuju mainsonette. Musim panas memang sangat menyenangkan karena langit pun akan bertaburan bintang yang penuh pesona saat malam hari. Berjalan pulang menuju mainsonette membuatku teringat tentang cerita ketika aku masih di Indonesia. Masih di rumah. Aku ingat benar dengan apa yang aku rasakan saat itu. Inilah perasaan dan kisahku saat aku berpisah dengan Umair.

Aku mendambakan cinta antara Aku dan Umair mendunia akhirat. Aku tidak tahu kapan tepatnya aku bisa merindukan dan menyayanginya. Yang jelas aku merasa bisa menjadi diriku sepenuhnya jika sedang bersamanya. Aku bisa terbuka tentang apa saja padanya. Dan kalian tahu bagaimana rasanya? Sungguh tanpa beban dan itu indah sekali. Bagaimana aku tidak menyayanginya? Mudah sekali untuk jatuh hati padanya.

Kamis, 8 juli 2010 aku merasa sangat putus asa. Tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali bercerita padanya walau hanya dengan pesan singkat. Dan jika kesedihan sedang melandaku maka Umair akan menceritakan kisah-kisah yang membuatku bisa tersenyum lagi. Kisah apa saja tapi, Umair tidak pernah menceritakan dongeng klasik, legenda atau cerita apa pun milik orang lain. Dia selalu membuatkan cerita untukku. Hanya untukku. Cerita yang ia buat dan karang sendiri. Dia memang benar-benar romantis walau sering mengelak jika aku mengatakan bahwa dia romantis.

Tentu saat itu aku sedang tidak bersamanya. Dan lagi-lagi dia mengirim pesan yang membuatku jadi sedikit melankolis. Pandai benar dia membuatku jadi melankolis. Padahal dia hanya mengirim pesan, “catatan mainsonette akan selalu menjadi teman terbaik mimpiku, selalu. Berani jual berapa note itu untukku? Hanya untukku” aku benar-benar merindukannya. Jarak memisahkan kami begitu jauh. Dia ada di Australia. Sudah lama meninggalkan tanah air untuk belajar linguistik di negeri kanguru itu. Dan aku? Aku masih ada di Cirebon. Mungkin dia tahu aku tidak punya pulsa cukup walau hanya untuk membalas pesan singkatnya. Beberapa menit kemudian dia menelfonku. Tentu saja Umair tidak pernah tahu apa nama dia di phone book milikku.

“Assalamu’alaikum Indah….,” aku mendengar suara Umair dari Australia jumat dini hari setelah aku sholat tahajud. Aku benar-benar merindukannya
.
Aku masih tertegun. Sampai tidak bisa berkata-kata. Akhirnya Umair berkata lagi,”Indah, masih tidur?”

“oh…wa’alaikum salam. Tidak, sudah bangun,” jawabku grogi.

“kabarmu baik?”

“Alhamdulillah”

“bagus kalu begitu. Sebenarnya aku ingin menagih janjimu padaku. boleh aku tagih sekarang?”

Dahiku berkerut. Aku bingung dengan janji yang ia maksud. “janji? Janji apa?” tanyaku padanya karena memang merasa bingung dengan janji yang ia maksud.

“hey, kau lupa? Cepatlah kesini. Ke Australi. Aku menunggumu disini. Bukankah kita pernah berjanji bahwa kita akan bertemu di tempat yang kita janjikan? Di kota impian kita”

Aku diam. Ya, dulu aku pernah berjaji tentang hal itu tapi agaknya aku benar-benar tidak bisa memenuhinya. Bagaimana bisa aku pergi ke Ausrtalia sementara skripsi saja belum sempat aku selesaikan. Dan aku pun tidak punya ongkos untuk menemui Umair di kota yang kita janjikan. Akhirya aku mengatakan sesuatu yang membuatnya sangat kecewa,”Umair...aku tidak bisa ke Australia. Aku benar-benar tidak bisa ke sana. Mimpiku bukan ke Benua itu”

Tidak ada jawaban dari seberang sana. Umair diam beberapa saat. Kemudian dia mengatakan sesuatu yang membuatku makin menyayanginya, “aku percaya padamu. Aku akan tetap menunggumu di kota yang telah kita janjikan. Belajarlah dengan giat. Aku yakin kamu bisa menemuiku disini. Aku akan selalu merindukanmu”

“ya, trimakasih atas semua perhatianmu padaku. kau baik sekali”

“ah, kamu ini….aku memang baik padamu dari dulu” ucap Umair menggoda sambil tertawa.

“oh ya, sudah dulu ya... Nanti kapan-kapan aku telfon lagi” Setelah aku menjawab, “ya” Umair langsung memutus sambungan telfonnya.

Aku harus belajar dengan giat. Aku ingin menyusul Umair yang sudah lebih dulu mencuri strat dariku. Dia sudah sampai Australia menyelesaikan pendidikan masternya. Aku memohon dengan doa penuh pengharapan. Semua aplikasi pendaftaran di salah satu Universtas di Australia yang telah aku kirim februari tahun kemarin semoga lolos. Dan yang lebih penting semoga aku pun bisa mendapatkan APS. Memang sangat lucu jika akhirnya aku bisa ke ustralia karena aku yakin Umair telah menyelesaikan studinya saat aku samapi. Kalau aku datang Umair malah harus pulang ke Indonesia. Bagaimana jika sudah begini? Tidaklah menjadi masalah menurutku karena aku lebih berharap semua aplikasi masuk Utrecht dapat lolos. Aku akan lebih senang berguru pada Frudental. Tapi aku percaya bahwa Allah akan mempertemukan kami di tempat yang indah suatu saat nanti. Walaupun bukan di Australia pikirku.

ALLOCHTONEN


Hidup menjadi perantau di Eropa adalah siap menjadi minoritas. Aksi-aksi rasis dan diskriminatif adalah hal biasa yang harus siap kami terima. Mulai dari dicurigai jika datang untuk membeli sesuatu di toko, tidak diturunkan di halte berikutnya waktu memencet bel, dan banyak lagi. Pernah ada seorang ibu-ibu berkata pada temannya, “pas op met jauw portemone!” aku tahu kata-kata itu ditujukan padaku. “aku bukan copet!” Keluhku dalam hati. Mereka pikir aku tidak mengerti dengan kata-kata itu. setidaknya aku cukup mahir berbahasa belanda. Ibuku yang keturunan Belanda mengajariku bahasa belanda dengan cukup baik. Aku bukan termasuk tipe orang yang pasrah jika di perlakukan seperti ini. aku langsung mengatakan, “wat is era aan de hand, mewrouw? Ben je bang?” Walaupun aku mengatakan itu mereka tetap menjaga jarak denganku seolah aku adalah kriminal. Tapi setelah aku mengatakan bahwa ibuku asli Holland sikap mereka langsung berubah manis. Mereka bertanya ibuku tinggal dimana. aku menerangkan bahwa ibuku tinggal di jawa, Indonesia dan menikah dengan petani Indonesia. Sementara aku sedang belajar di Utrecht. Inilah adegan yang paling aku sukai. Saat nyonya-nyonya belanda itu kebakaran jenggot mengetahui fakta yang ada. Mereka malu sekali pada orang-orang Indonesia. Selain karena sejarah masa lalu juga karena banyak diantara mereka yang menikah dengan orang Indonesia. Tapi peristiwa ini akan segera lalu karena besok adalah hari kamis.

Kamis adalah hari yang paling membahagiakan bagi aku dan Umair karena kami berdua sama-sama tidak ada jadwal kuliah. Setidaknya selain shaum sunnah kami bisa asyik membaca buku-buku pergerakan yang kami beli dalam versi elektronik book. Saat kami sibuk dengan bacaan kami masing-masing, tiba-tiba bel berbunyi. Agaknya ada tamu yang datang. “teeet…..teeet….teeet….” suara bel dipencet oleh seseorang di balik pintu. Aku dan Umair saling berpandangan. Agaknya kami berdua sama-sama heran siapa yang bertamu siang-siang begini. Saat aku hendak berdiri membuka pintu tiba-tiba tamu itu sudah masuk dan mengatakan, “moshi moshi mei,” pada kami berdua. Aku sudah tidak heran lagi dengan tamu satu ini. Siapa lagi kalau bukan makoto dari negeri penjajah, Jepang? Makoto adalah teman Umair. Mereka berdua sama-sama belajar linguistic di Utrecht. Bukan main kalau mereka berdua sudah bertemu aku bisa jadi kambing conge jika mereka berdua sudah ngobrol.

Aku mengerti benar maksud kedatangan Makoto. Tanpa basa-basi aku langsung menawarkan minum pada Makoto, “drink? Tea or coffe?” tawarku padanya.

Makoto langsung menjawab, “ up to you”

“ok,” dan aku pun pergi ke dapur membuat teh untuk Makoto. Beberapa menit kemudian aku menyuguhkan teh dan cemilan untuk Makoto. Makoto mengucapkan, “Arigato gozaimatsu” padaku. aku hanya menjawab dengan senyuman. aku pun meninggalkan mereka yang tampak asyik membicarak urusan kuliahnya masing-masing. Jika aku tetap memaksakan diri ada diantara mereka berdua maka bisa dipastikan aku jadi kambing conge.

Akhirnya aku masuk kamar dan siap-siap pergi ke kegiatan alloctone vrouw (perempuan asing). Setelah siap aku keluar lalu menemui Umair dan Makoto. “aku ada kegiatan alloctone vrouw hari ini. Oh ya tahu strippenkaart-ku ada dimana?” aku bertanya pada Umair.
umair menunjuk meja dekat jendela. Aku segera mengambil strippenkaart yang ada di atas meja lalu berkata, “tot zo…,” pada Makoto. Makoto teersenyum sampai mata sipitnya tertutup oleh kelopak mata.

Sementara Umair mengatakan,” pas op,” padaku.
sebenarnya aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama Umair akhir-akhir ini karena enam bulan lagi aku akan kembali ke Indonesia. Sendirian. Tanpa Umair. Ya, karena Umair menempuh jenjang pendidikan yang berbeda denganku. Aku masih menyelesaikan S2 sementara Umair sedang menempuh S3. Aku pikir dia akan menjadi ahli linguistic yang hebat. Kalian tahu kisah sebelum kita bisa betemu di Belanda dan tinggal di Mainsonette? Bagaimana ya? Ya, bisa dibilang seperti kejar-jejaran dan saling mencari.

MAINSONETTE

Teramat pagi untuk m'bicarakan ambisi tp jiwa pemuda akan sll diselimuti mimpi. Ambisi takkan pnh lari dr manusia jenis ini. Dan wkt ini tak lg pagi. Rupanya telah menjelang senja. Itulah cttn sejarah hdp. Ia mengalir bak air terjun d tengah keangkuhan mlawan wkt yg mnimbulkan kerut di kulit.

Ada Cinta dan Rindu yg tak pnh ku temui. Aku mrindukan mrk. Sudah bersuamikah atau mungkin mrk tlah bahagia dg anak2y? Mainsonette ini adlh tempat indah yg ku singgahi skaligus tmpt yg menawanku untk mnemui Cinta dan Rindu slama 1,5th trakhir. Aku ingin pulang. Aku ingin istirahat dr ambisi. Tunggulah aku d negri terindah milik kt. Sebentar lg. Ah, rasanya ingin segera menginjakkan kaki d bandara Schiphol. Aku ingin plg...tp 6bln itu lama bkn? Terasa lama bg org yg me2ndam rindu.

"Indah, ayo brangjat. Km tdk blh terlambat. Hr ini ad kuliah penting bkn?" Umair menyadarkan lamunanku. Umair adalah tipe org yg sngt perhatian, pnh pertimbangan, bs m'jd sahabat yg baik dan lbh suka memanggilku Indah dr pd Gadis. Aku sngt menyayanginya. Kami b2 menempati mainsonette d lantai4.

"ya, aku sdh siap. Bawel!" aku m'jwb stengah berteriak dan sdikit menggoda.

Huh, bljr 'the element of real analisit' m'bwt otak capek dan kpala berat. Aku t'senyum tringat rumus yg hny dimiliki olh org2 Indonesia. Kau th rumus apa itu? Rumus ABC. Dr belahan dunia manapun tak akn ad rumus mcm itu kecuali d Indonesia. Formula itulah yg akn menyelamatkanku saat ujian tesis kelak. Bs disebut ini adlh senjata rahasia. Aku ingin menyelesaikan studiku dg cepat dan plg se2gera mungkin.

"kau tdk ad kuliah kan hr ini? Masak yg enak ya. . .kasianlah pd ku. Energiku pst terkuras blajar angka2. Bye. LOVE YOU..." Aku keluar dilepas senyum Umair yg senang dg kata2ku.

Aku mnuju Utrecht Universeit. Ya, dl aku ingin kuliah d universitas tertua d Belanda, Leiden Universeit tp, tampak'y aku malah hrs bljr pd Frudental. Oh, RME. . .RME. . .dan RME.

Hr ini pertanyaan pertama adlh, "ben je asielzoeker?" pertanyaan ini muncul mungkin krn aku berdandan biasa2 sj dan berkerudung. Sebal benar rasanya! "dasar otak penjajah," makiku dlm hati. Aku langsung m'jwb agak ketus pd perempuan yg brtanya pd ku, "sorry mevrouw, ik ben Indisch. . .weet je dat vroeger Nederlands pakt alles van mij land. . ." smbl berbalik badan dan b'jln menjauh dr'y. Puas skali. Bahkan aku hampir tak sadar bs mengeluarkan kata2 mcm itu.

Spulang kuliah aku lapar skali. Rasanya enak menyantap masakan Umair tp ktika aku plg tak ada satupun makanan yg terhidang. "apa sj yg km lakukan d rmh? Tdk masak? Aku lapar!" ucapku agak kesal.

Umair hny senyum2 smbl m'jwb, "aku hny mnunggumu plg"

"ah, tdk akan kenyang dg senyumanmu"

"ayo kt kluar. Makan malam d luar sj," Umair menarik tanganku keluar Mainsonette, "yang pasti kejutan. Romantis. Km pst suka"

"heh?" aku heran, "tnggu. . ." aku menarik tanganku dr genggaman Umair dan berhenti melangkahkan kaki.

"ayo. . .percaya pd ku" Umair b'kata smbl mrangkul bahuku. Kali ini akt tdk bs apa2 tp, aku sll pcy pd nya. Lalu dia mlanjutkan lg, "nnt. . .sblm kt plg k Indonesia kt akn pergi k Barcelona dlu"

"hmm. . ." jwb ku smbl t'syum bhagia. "ke Green Gables jg ya!"

"heh, dasar bnyk maunya"

"biar. Krn permintaan pergi ke Green Gables hny ku tujukan pd mu. Kalau k Barcelona tak apalah d ajak org lain.hahaha..."

kami berdua b'jln d malam hr d bwh bintang yg bertaburan smbl bergandengan tangan. Kanal2 d spanjang jalan memantulkan cahaya bulan yg indah. "kau bahagia?" tanya Umair.

"ya"

Mendamba Bunga di Taman Macan Ali

Saat semua mahasiswa berhamburan keluar kampus Gadis itu malah menerobos arus. Ia masuki bangunan yang menjemukan dan terlampau sunyi. Mungkin karena malam minggu akan datang beberapa jam lagi maka aktivitas akademis enak untuk cepat-cepat dienyahkan dari kepala mahasiswa.

Ada apa dengan Gadis itu? Hatiku penuh seribu tanya terhadapnya. Tanpa ia tahu aku mengikutinya dari belakang. Aku tak habis pikir sesore dan sesepi ini ia menuju lantai tiga sendirian. Ia keluarkan kursi dari ruang paling ujung lalu duduk di sudut balkon. Aku tetap penasaran dg apa yg akan dia lakukan.

Aku hanya bisa mengamati sang Gadis dari jauh. Pandangannya menerawang jauh di hamparan langit sore. Lalu aku melihat air matanya meleleh sambil membaca Al Quran. Aku tetap mengamatinya dan semakin takjub. Gadis itu. . .tiba2 memejamkan mata sambil menyenandungkan doa pada Tuhannya.

Ditengah keterpesonaanku pada Gadis muda itu aku dikagetkan oleh suara dari belakang. "hey, apa yang kau lakukan? Mengintip!" sergah suara yg tak asing bagiku menghakimi.

Aku kaget dan mengelak dg tergagap, "o. . .ya. . .anu. . .aku . . .cuma. . .cuma . . .mau tahu apa yg ia lakukan Macan Ali"

"oalah pembelaan. Dasar pemuda badung," Macan Ali menyudutkan.

"hey, jangan keras2 nanti Gadis itu tahu aku melakukan kekonyolan ini. Sttt. . . Pelan bicaranya," aku berbicara setengah berbisik sambil menempatkan jari telunjuk di bibir.

"hmm. . ." macan ali sepakat.

Tiba2 Gadis itu bangkit dari kursinya lalu berjalan melalui Aku dan Macan Ali. "huh. . .ketahuan. Pasti" ucapku dlm hati. Ya Allah. . .Gadis itu cantik sekali.

"ah, kau terpesona padanya," Macan Ali menuduh tajam dan aku hanya tersenyum kering mendengar ucapan itu.

Tak menunggu aku berkomentar Macan Ali berkata lagi, "Gadis yang baru lewat tadi adalah satu diantara bunga-bunga terbaik di taman kandangku"

"benarkah?" Tanyaku penasaran pada Macan Ali.

"tentu saja" jawab Macan Ali tegas "tapi jumlah yang sejenis itu sedikit. Hanya puluhan diantara ribuan"

"oh. . .sesedikit itu? Bagaimana bisa aku mendapatkannya?"

"hahaha. . . ." Macan Ali tertawa "jadi kau mendambakannya?"

"ya," jawabku malu dg muka merah padam.

"hey, pemuda. Kau perlu modal untuk menghirup wangi bunga terbaik di tamanku"

"apa?" tanyaku tergesa dan penasaran. "otak brilian? Istana indah? Atau mahar jutaan?"

"ah, kau ini. . . Sepertinya kau pemuda yang serakah benar"


"lalu apa?"


"agamamu. . .keimanan dan ketaqwaanmu," Macan Ali menegaskan penuh penekanan sementara aku terdiam tanpa kata.

"bahkan BIDADARI PUN CEMBURU PADANYA?" aku bertanya pd Macan Ali sambil menahan air mata.

"ya. Baik pemuda . . . Aku harus keliling memeriksa kandang2ku" Macan Ali berkata sambil lalu dari hadapanku.

Rasanya angin sore ini begitu menyayat hatiku. Kemilau surya senja seolah air garam yang dipercikan pada luka di sekujur badan. Pelabuhan hati begitu sulit untuk didapatkan. Belum lagi aku bukan aktifis dakwah kampus. Pastilah aku tak masuk kriteria Gadis itu tapi ya Allah. . .aku punya niat suci padanya walau dg segala kekurangan yg aku punya. Kali ini aku yg terpejam sambil memanjatkan doa.
Powered By Blogger