Kepungan Gelap

Jika malam menterjemahkan dirinya dengan pekat maka biarkan pagi memperkenalkan dirinya dg embun. Ya, seperti terasing dalam peradaban. Tersudut oleh ilmu pengetahuan. Terhempas oleh fakta yang tak terelakkan. Membaca hidup dengan separuh napas yang tersisa. Ah, tetap saja meronta-ronta merajut mimpi yang masih juga diyakini hingga kini. Harus diapakan? Atau mestinya bagaimana? Rasanya seperti pendusta yg mengobral janji tak berujung.

Lupakan. Aku bilang lupakan!! Kau tetap tak bergeming. Masih jua kau berdiri mematung di ambang batas. Sadarlah! Tolong sadarlah. Aku hanya tidak sanggup melihat air mata menggeliat di pipi indahmu. Itu saja.

Biarkan aku terbang seperti burung yang kabur meninggalkan sangkar. Mengartikan keindahan dengan deskripsi alam pikirku. Jika kau bertanya, "apa alasannya?" karena aku masih menjadi peri kecil yang menari-nari di atap rumah atau sekedar memenuhi hasrat dg mengecup pipi bunda setiap pagi atau karena aku melihat bumi seolah menyentuh langit? Menyatu dan Bersenyawa.

Seperti manusia dungu yang tak kunjung mengerti. Kau masih bertanya tentangku.

Kau mau tahu? Baiklah, biar ku jelaskan. Agar kau puas!! Jika kau pikir aku pintar maka itu tdk benar. Aku hanya Gadis rata-rata. Aku Gadis yang menyimpan duka masa lalu yang tak bisa kubuang pergi. Kau tidak akan mengerti bukan? Ya, karena kau lari tunggang langgang mendengar fakta yang terlampau menyakitkan. Kau seperti teman2 kecilku dulu. Pergi menjauh. Itulah kamu!!

Kau tak melihat apa2 kala malam selain gelap tapi aku bisa melihat bintang yang tak bisa kau pandang karna keangkuhanmu. Dan pagi ini terlampau sejuk untuk kau usik maka, biarkan ku hirup udara kali ini sendiri. Ya, sendiri. Tanpa mimpi apalagi ambisi.

Umair#2

Seperti kilatan cahaya petir. Terlalu cepat kecepatan kilatannya. Seperti malam ini, terlalu dingin dan mengusik lentera hati. Oh, kenapa? Betapa ia dahsyat tak terkira. Membuat manusia baja pun takluk tak berdaya. Dan kini, sepertinya rasa itu menembus melalui celah2 terkecil hati. Membuat lembab tak terelakkan lagi.

Ini bukan pink atau merah jambu tapi sesuatu yang terlampau aneh dirangkai dengan kata. Adalah tidak munkin bersyair indah seperti Abdullah bin Rawahah. Maka butiran air matalah yang menghapus tulisan cerita jingga.

Ya, jalinan itu dimulai dg pertemuan sampai ku lihat dia menangis. Itulah pertama kalinya aku melihat dia tak setegar karang. Itulah pertama kalinya aku tak melihat dia yang keras kepala dan kuat. Hanya air mata. Di ruangan itu aku melihat dia tersedu-sedu dg kemeja kotak-kotaknya.

Entahlah apa yang terjadi sampai aku merasa aku sangat mengenalnya, Umair. Ku panggil dia Umair. Itulah pertama kalinya aku dirasuki rasa yang membuat tak berdaya. Bukan seperti yg kalian bayangkan. Kita jarang sekali bertemu tapi telah ada ikatan atas restu Robb untuk kita berdua. Perhatiannya tak pernah luput. Ya, diantara hiruk pikuk aktifitas, dia sering sekali menyelipkan susu kotak di tasku tanpa ku tahu. Perhatian ini terus saja kudapatkan. Dia benar2 membuatku jatuh hati.

Umair. . .penyuka warna putih dan pencinta si baju putih telah berhasil mencuri hatiku. Ah, dia tdk pernah tahu aku sering mencuri pandang padanya.

"berapa kali kita berjalan berdua?" umair bertanya

"ribuan kali tapi sisanya di mimpi.hahaha . . " jawabku

dan siang itu kita bertemu. Seperti biasa, umair terlalu pandai merencanakan pertemuan yg indah. Di suatu tempat yg akan menjadi kenangan. Umair memulai percakapan, "aku bisa meraih mimpiku tapi masih berpikir bagaimana mendapatkan 100juta"

"sertifikat rumah kita gadaikan saja," jawabku.

"itu dia masalahnya, rumahku ditaksir kurang dr 100juta. Yakin. Pasti bisa. Tdk th knp aku sangat yakin Bisa mendapatkan mimpi2ku"

"wah, aku bisa mengajukan proposal beasiswa S2 dong," aku tertawa dan berharap penuh doa.

"tdk. Tdk perlu pakai proposal. Aku kasih walau tanpa proposal," jawab umair dan membuaku tersipu.

Itulah umair jk tanpa air mata. Penuh pesona. Pemberani dan penuh mimpi yang berkilat-kilat. Aku makin terpesona padanya. Mencintainya adalah sebuah keindahan. Rasanya seperti kasmaran seumur hidup.

Inilah orkestra cinta yang saling menopang. Kita saling menghujani semangat untuk meraih mimpi2 kita. Kali ini ia berhasil membuat mukaku merah. Dia bilang, "aku ingin malam ini bermimpi bertemu dg mu"

lihatlah, malam ini aku bermimpi kt bertemu di tempat indah saat musim semi. Aku melihat wajahmu yg riang. Kau terlihat Sangat bahagia tapi, fajar telah membangunkanku. Aku pergi meninggalkan Umair untuk mengejar Cinta Yang Maha Agung. Kau pun begitu. Pohon yang penuh bunga sama2 kita tinggalkan. Tahukah? Rupanya kita telah pandai menempatkan cinta kita. Aku yakin dunia iri dg cinta yg kita miliki. Umairku. . .
Aku akan selalu rindu pelukan darimu.

Umair aku tak bisa menjadi seseorang yang sempurna tapi biarkanlah aku belajar mengeja rindu ini. Ijinkan aku belajar mencintaimu karna cintaku padaNya. Biar syuhada iri. Biar bidadari cemburu.

Apakah esok kita masih bisa saling menatap? Setidaknya jika tdk bisa bertemu di Australia ya di Belanda atau di Lebanon atau di Spanyol atau di Mekah atau di Palestina? Mungkin juga di Indonesia. Insyaallah.

Benarkah kau menCINTAIku? KAMMI menunggu bukti CINTAmu

Usia adalah fenomena perjalanan yang selalu berkaitan dengan waktu. Tapi untuk mengetahui percepatan kematangan maka waktu (usia) tak selamanya berkaitan. Benarkah di usia 12 tahun seseorang/gerakan mahasiswa dapat menunjukkan kedewasaan atau kematangan? Ya, 12 tahun lalu gerakan itu menetas. Diantara puing-puing kehancuran ekonomi, politik dan moneter KAMMI lahir. KAMMI yang masih berwujud bayi merah itu menjerit menuntuk perubahan.

Dan kelahiran ini bukan karena pertemuan antara sperma dan sel telur tapi ia lahir atas atmosfer yang penuh represif di udara merah putih. Para pemuda itu hanya muak karena,
"aku dibentak dinilai buruk
kalau tidak bisa mengisi dua kali dua
aku harus menghapal
mataku mau tak mau dijejali huruf-huruf
aku harus tahu siapa presidenku
aku harus tahu ibukota negaraku
tanpa aku tahu
apa maknanya bagiku" (Wiji Thukul dalam Enin Supriyanto: 92)

Itulah secuil sebab kelahiran KAMMI. Dan bukan lagi tepat kita membahas dan membanggakan masa lalu. Akan membuat terlena. Sudah selayaknya dan sudah saatnya untuk melakukan sesuatu bagi kemenangan rakyat. Kenapa? Karena pada 98 itu KAMMI berteriak ada ketidakpatutan maka sangat tidak patut jika pada 29 maret 2010 KAMMI masih juga tak melakukan misi-misinya sebagai agent of change dalam bentuk fakta-fakta agar visi gerakan tercapai.

Seperti istilah populer bung karno, "jangan melupakan jas merah" . KAMMI dinasehati untuk tidak melupakan sejarah. Bukan hanya itu tapi sebagai gerakan mahasiswa muslim, KAMMI juga harus belajar pada perjuangan ulama2 dan para santri dalam meraih kemerdekaan serta belajar pada siroh nabawiyah. Adalah wajar jika Francis Fukuyama mengutip tulisan Robert Wackenzie bahwa, "sejarah manusia adalah sebuah catatan tentang kemajuan-sebuah rekaman tentang akumulasi pengetahuan dan kearifan yang meningkat, sebuah kemajuan secara terus menerus dari intelejensi dan kesejahteraan yang rendah sampai tingkat tinggi. Setiap generasi mewariskan pada generasi berikutnya sesuatu yang berharga, kemudian dimodifikasi dengan pengalaman yang mereka miliki, diperluas dengan hasil usaha dari semua kemenangan yang telah dicapai sendiri... Pertumbuhan kesejahteraan manusia, yang selamat dari pangeran yang suka menipu dan menyuap, sekarang ditinggalkan menuju peraturan-peraturan yang bersifat dermawan dari hukum-hukum besar yang sudah ditakdirkan."

Mampukah KAMMI mewujudkan cita-cita peradaban? Itulah pertanyaannya. Dan jawabannya bukan mampu atau tidak mampu tapi KAMMI harus menjawab dengan, "KAMMI harus mewujudkan cita-cita Islam dan harapan-harapan umat." Bagaimana caranya? Dengan CINTA. Dengan bekal cinta kita pada Allah dan RosulNya. Dengan penuh cinta kita lakukan peran strategis untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar secara elegan. Sudah saatnya cinta kita itu dibuktikan.

"Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah pertahatian. Kalau kamu memcintai seseorang (pen-atau sesuatu) kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya"
(Anis Matta. 2009: 58)

Berikan! Berikan yang terbaik yang kalian miliki. Karena KAMMI terdiri atas kalian yang peduli dan berani. Tunjukkan bahwa ciri yang melekat dari kader KAMMI adalah integralitas dan progresivitas kader di medan amal perjuangan di semua lini kehidupan.

Visi itu, visi KAMMI adalah wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang islami. Itulah tujuannya. Saatnya KAMMI bergerak dengan selalu mengacu pada prinsip gerakan bahwa, "kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI. Kebatilan adalah musuh abadi KAMMI. Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI. Perbaikan adalah tradisi perjuangan KAMMI. Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI. Dan persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI."

Dunia menunggu kekuatan para pecinta sejati sepeti kalian, kader KAMMI. bahwa, "mereka adalah pemerhati yang serius. Mereka memperhatikan orang-orang yang mereka cintai (pen, umat) secara intens dan menyeluruh... mendefinisikan harapan-harapan dan mimpi-mimpinya untuk sampai kepada harapan-harapannya itu."

Merah putih yang berkibar di langit biru menunggu peran terbaik kalian. Peran KAMMI setelah 12 tahun KAMMI bersama Indonesia.

"dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung" (QS At- Taubah: 100)

Selamat bergerak pejuang! Selamat berjuang para pecinta!! Kejayaan islam di tangan kita. Semoga kuantum perjuangan KAMMI akan menjadi kilatan cahaya terang benderang.

Renungan Lelaki Tampan

Sinar ini terlalu panas bagiku. Menggarang muka. Membuat silikon yang tepasang di sisi-sisi muka meleleh seperti lilin terbakar api. Aku harus berjalan dengan kepongahan mempertahankan mukaku agar tetap tampan. Bagaimana bisa aku berjalan di atas bumi dengan kerusakan seperti ini? O, tidak! Tidak akan mungkin aku biarkan debu merusak keelokan rupaku yang tak ada duanya.

Aku sudah katakan di hadapan rumput kering dan ilalang bahwa aku akan menghujani mereka dengan air yang menyejukkan. Aku sangat sadar bahwa teriakan ilalang hanya sekeras tiupan angin sepoi-sepoi. Dan aku berhasil meyakin penghuni kecil tak berarti itu bahwa sifat ku serupa dengan ketampananku yang penuh silikon, operasi-operasi plastik, dan gigi-gigi ku yang hitam. Lalu? Cukup ciptratkan sesendok air untuk menghentikan riakkan para ilalang yang polos dan bodoh. Setelah aku malas dengan rumput yang memenuhi halaman aku, tinggal suruh tukang kebun untuk memangkas atau musnahkan saja mereka. Toh, aku sudah tidak butuh mereka. Ilalang obat sariawan? Aku tidak peduli karena aku yang sekarang telah mampu membeli obat termahal. Jasku dirancang dengan bugjet jutaan. Semua bisa aku sumbat dengan sekian nominal. Dan kau tahu? Aku tetap tampan dimata mereka. Aku puas. . .

Si bodoh tetap menganggapku penyelamat padahal jelas sudah aku telah membunuh kawanan mereka. Ya, karena aku teramat brilian. Pendidikan amerika, eropa, sampai timur tengah telah kujajali untuk menambah kemampuanku mempertahankan image ku dihadapan semut yang berjalan tengah malam.

Tapi, akulah lekaki tampan yang harus mengakui kecerdasan kucing-kucing jalanan. Kucing itu telah berhasil menggores pipiku. Perih!! Aku marah. Muka tampanku mendadak hilang karna cakaran kucing kumuh itu. Dengan sangat pandai ku buat angin timur dan barat untuk menghembuskan berita bahwa aku tetaplah tampan dan baik. Dan kucing jalanan itu? Gampang. BUNUH SAJA!!

Aku senang. Berpesta pora dan ilalang tetap menganggap aku lah pahlawan mereka. Dan kucing-kucing dekil itu mati satu demi satu. Aku puas dan makin terlihat tampan. Sanjungan datang. Gelar pahlawan menghadang. Harta menggenang. Kekuasaan di genggaman. "Hahaha. . . Aku lah lelaki brilian," ucapku penuh kesombongan.


Dan, hari ini aku bertemu dengan orang-orang besar dan pemimpin negara-negara adidaya. Aku dibalas. Aku diperlakukan bak pecundang. Ditekan-tekan semau mereka seperti adonan kue nastar yang disajikan di meja tamu ketika lebaran.

Akhirnya kini aku berfikir ulang benarkah aku tampan? Lalu sanjungan itu apa? Tuluskah atau sekedar omong kosong agar aku mengucurkan butiran-butiran emas? Oh, aku tampak sangat malang dan aku ragu akan ketampananku hari ini.

Memendam Rindu

Bolehkah aku egois? Aku ingin bertemu denganmu, Rindu. Menjemputnya setelah empat tahun silam ku tinggalkan ia di jawa tengah itu. Sudah berkali-kali sms dan telpon masuk menanyakan, "apakah aku akan ikut menjemputnya? Menyaksikan ia telah meraih mimpinya?"

sungguh Rindu jika kau mau tahu aku, ingin. Sangat ingin menemuimu tapi rasanya berat sekali meninggalkan senja di Cirebon minggu ini. Aku terus berpikir untuk merombak semua agenda 4 hari ini agar aku bisa berjumpa denganmu. Tapi nihil. Sungguh tak bisa.

Rindu? Ku simpan rinduku ini untukmu, Rindu. Rupanya aku harus menuntaskan semua tugas yang tak bisa aku tinggalkan. Kau tahu? Aku ingin bercerita panjang sampai tengah malam denganmu. Aku harus mengantarkan 5pemuda menjemput impiannya. Aku harus membantu mereka selama sebulan ini. Bukan Rindu! Bukan! Bukan hanya kau yang tak bisa ku temui tapi banyak sekali agenda organisasi yang tak bisa ku ikuti juga. Aku yakin kau sangat mengerti keadaanku.

Sore ini adikmu datang kerumah menanyakan apakah aku mau ikut atau tidak menjemputmu. Aku hanya bilang, "maaf. Tdk bisa". Aku hanya menitipkan dua lembar surat padanya untukmu. Sejam kemudian Ayahmu menelpon memastikan keputusanku dan aku tetap bilang, "tidak bisa ikut."
####

rasanya ingin menangis tak bisa menyaksikan keberhasilanmu, sahabat. Tapi aku telah mendapat penawarnya. Ya, sebuah perjalanan membela kemanusiaan. Aku tidak tahu kenapa piala dunia lebih booming dari pada isu internasional yang sudah bertahun2 itu? Apa sudah tdk ada lagi mata hati yg peka terhadap penderitaan sesama manusia? Aku masih ingat saat kau bertugas membaca pembukaan UUD 1945 dg baik dan aku mengibarkan bendera merah putih. Kau sangat lantang berkata, ". . .bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan krn tdk sesuai dg pri kemanusaan dan pri keadilan. . ." tp ternyata kata2 dr mulut mungilmu itu seperti sebuah pedang tumpul sejak kau baca kalimat itu.

Rindu, aku kangen sekali dengan bacaan puisimu atau cerita2 tentang sastra darimu. Aku masih ingat saat kau menceritakan buku ernes hemingway, "the old man and the sea"

ah Rindu walau ku tak bisa menemuimu tapi aku gembira sekali. Seorang muridku yang luar biasa telah mencapai level kelas 2tingkat lbh dari kapasitas anak seusianya. Hari ini dia protes, "mbak mukanya kok merah sekali?"

aku hanya senyum. Aku hny berpikir memang mukaku kadang2 seperti itu.

Ketika aku sampai rumah ibu langsung bilang, "knp mukamu gadis? Merah sekali"

aku bingung. Aku tdk melihat mukaku pada kaca seharian. Dan,,memang benar. Mukaku merah, terbakar. Kau pasti sangat cerewet jika melihatku seperti ini tp aku bahagia Rindu.

Dalam surat yang kuti2pkan untukmu aku ceritakan tentang Cinta. Aku yakin kau akan tersenyum sambil meneteskan air mata.

Menyelami REAL-itas tanpa IMAJINER

Langit meriah dg bintang2nya. Bulan sabit tampak anggun menempel di langit. Tak ada awan. Tampaknya atmosfer malam ini sedang bersenandung riang tapi, tidak denganku; suram dan merasa begitu pedih. Aku sendiri tdk bisa mendeskripsikan dg baik apa yg kurasa.

Aku sangat tdk bisa menangis di hadapan ibu tp kali ini tll bnyk air mata yg keluar.

"ada apa gadis ibu ini? Ko nangis," ibu bertanya dg sangat hati2 padaku.

"tdk th bu. Knp hari ini rasanya aneh sekali," sambil terisak ku peluk ibu.

Aku tdk th bagaimana menceritakan semuanya pada ibu. Sebuah rasa harap bercampur kesedihan. Sebuah mimpi yang selalu ku jaga dan ku genggam erat2 sejak sekolah di taman kanak2 seolah berenang dalam hatiku lbh cepat dr biasanya.

Bayangan 3,5 tahun silam itu sangat membuatku tdk berdaya untuk tak henti2nya terpesona pada wanita yang lahir di tahun 1946 itu. Langkahnya seolah meyakinkanku bahwa aku harus tetap menggenggam erat2 mimpiku sampai Allah benar2 memberi keputusannya. Sampai akhirnya aku belajar pada beberapa profesor. Terlalu banyak profesor yang memberi kuliah matematika padaku dan kalkulus hanyalah matematika tingkat dasar. Aku masih penasaran dan ingin tahu lbh bnyk lagi. Lalu dahi ini terus berkerut dg keanehan, "Dimana profesor matematika wanita itu?. . ." jantungku tiba2 berdetak begitu kencang.

Akhirnya aku harus belajar analisis real. Kenapa kita harus belajar "analisis real"? Kenapa tdk ada analisis imajiner? Ya, sesuatu yang real memang harus dianalisa agar kita tahu kebenaran dr definisi, teorema, serta lemma. Dengan tertatih-tahih ku coba mengerahkan daya yg kupunya untuk mempelajari semua itu. Buku tebal berbahasa inggris sekarang harus jadi sahabat walau bukan jenis sahabat yang menyenangkan. Dan yang imajiner itu tetap harus kupelajari juga di "analisis kompleks". Karena dalam bilangan kompleks terdapat bilangan imajiner.

Imajineeerr. . . . Belajar ilmu pasti tapi dengan khayalan dan sangat abstrak. Aneh bukan? Tapi sensasinya sangat mengasyikkan. Angka2 itu terlalu merasukiku sampai aku sangat tak berdaya jika ada seseorang yang berkata atau berpendapat sangat rasional. Ilmu ini membuaku sering berkata rasional dan fakta sebenarnya walau akhirnya aku dinilai tajam dalam berkomentar atau bicara.

Jujur saja aku tdk suka rapat berlama2 hanya untuk menentukan tempat suatu acara atau mendengar pembicaraan itu2 saja. Apa aku terlalu berpikir matematis? Akhirnya aku diberi pelajaran dr pengalaman. Pelajaran untuk matematikawan kelas bawah spt ku; dipermainkan oleh vektor, kecepatan, dan efisiensi biaya. Aku merasa begitu bodoh jumat ini sampai2 aku bisa mentertawakan diriku sendiri keras2. Slamet riyadi dan rel kereta saksinya.

Apakah Aku butuh pergi malam mingguan bersama teman2 untuk menghilangkan penat dg makan di tempat lesehan sambil mendengar pengamen memainkan gitar dan harmonika membawakan lagu ibu kita kartini? Sayang bang udin tdk bisa ikut malam minggu kala itu.
Kadang aku merasa bosan bergaul dg teman sebaya. Dan betapa senangnya bergaul dengan yang usianya jauh lbh tua. Itu bisa membuat kita jauh lbh bijak. Aku jadi merasa sangat muda diantara mereka.

Aku ingat benar saat Pak isri bilang sambil minum teh hangat, "saya aneh dg orang2. Hdp itu tdk butuh kerja tp butuh kepandaian dan keterampilan bertahan hidup"

"iya, gini nih kalo orang yg udh tua ngomong. Sy se sudah tdk percaya. Pasti ada kejahatan dibalik kata2 nya," mbak reni berpendapat diikuti tawa aku, mbak endang, mas abdul, dan gea.

"hahaha. . .ya," pak isri akhrinya mengaku "dulu sewaktu kuliah di yogya kalau lg gak pny uang bwt makan kt pasti dandan rapi buat datang di acara hajatan untuk numpang makan walau tdk kenal siapa yg hajatan dan tdk bawa amplop. Hahaha"

"tuh kan bener," mbak reni puas.

terlalu banyak yang dibahas tiap malam minggu dari Buku khalid husaeni, kuntowijoyo, film2 bagus, sampai film2 fiksi.

"malam minggu penuh aufklarung ya," ucapku

aku sangat tdk canggung dengan komunitas ini. 2 bulan sudah aku melalui malam minggu dengan mereka.

Malam minggu ini aku absen. Hanya membenamkan diri dg buku2 saja. Dan artikel yang baru saja ku baca membuatku tak bisa tidur. Pertanyaan dan harapan akan terjawab pada waktunya. Hipotesa akan terbukti nilai kebenarannya. Dan aku tetap menyukai angka 7 dg alasan2nya.

PENGARUH KEAKTIFAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DI HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN MAEMATIKA (HIMAPTIKA)

PENGARUH KEAKTIFAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DI HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN MAEMATIKA (HIMAPTIKA) DAPAT MENAMBAH PEMAHAMAN MATEMATIKA MAHASISWA PRODI MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI CIREBON


KARYA TULIS ILMIAH
Disusun untuk diikutsertakan dalam lomba Karya Tulis Mahasiswa di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon tahun 2010


Disusun oleh :
SRI ASNAWATI
NPM. 106070126





UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
CIREBON
2010




KATA PENGANTAR

Matematika adalah salah satu ilmu dari sekian banyak ilmu yang pernah dipelajari manusia baik itu disengaja atau tidak disengaja. Di tiap tingkatan jenjang pendidikan formal dari TK, SD, SMP, SMA bahkan di PTN peserta didik pun mempelajari matematika. Dalam perkembangannya matematika terus berkembang. Begitu pula dengan perkembangan matematika di jurusan matematika fakultas keguruan dan ilmu pendidikan di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Dalam hal ini bukan hanya para pengajar yang menekuni dan mendalami matematika sebagai ilmu tetapi, peserta didik (mahasiswa) pun mencoba mengembangkan kemampuan ilmu matematikanya.
Dalam rangka mengembangkan keilmuan matematikanyalah mahasiswa yang aktif di himpunan mahasiswa jurusan matematika (HIMAPTIKA) mencoba untuk eksis dalam menuangkan ide-ide yang berhunbungan dengan kompetensi ilmunya, matematika. Himpunan jurusan matematika ini adalah sarana bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan keilmuan matematikaya disamping kepemimpinan, managemen organisasi dan entrepreneur.
Untuk itulah, pada kesempatan ini penulis mencoba mengetengahkan pengaruh keaktifan mahasiswa matematika di himpunan mahasiswa jurusan matematika (HIMAPTIKA) dalam peningkatan pemahaman matematika mahasiswa yang ternyata masih sangat kurang diminati oleh mahasiswa. Tulisann ini terutama penulis susun dalam rangka mengikuti lomba karya tulis mahasiswa yang diselenggarakan oleh Universitas Swadaya Gunung Jati tahun 2010.
Penulis telah berusaha maksimal dalam menyusun karya tulis ini berkat rahmat dan karunia dari Allah swt dan bantuan dari semua pihak. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasihkepada yang terhormat:
1. Dr. H. Djakaria Machmud, S.E., M. Si. Selaku Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.
2. Ipik Permana, S. IP., M. Si., selaku Wakil Rektor III Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.
3. Prof. Dr. Djohan Rochanda Wiradinata, MP., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unswgati Cirebon.
4. Nedi Sunaedi, Drs., selaku ketua Jurusan Program Studi Pendidikan Matematika.
5. Semua pihak yang telah membantu penulis.
Mudah- mudahan segala bantuan, bimbingan, motivasi dan doa restunya baik berupamoril maupun materil, semoga diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah.
Penulis berharap karya tulis ini bermanfaat bai kita semua. Amin.


Cirebon, Januari 2010

Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam aktifitasnya sebagai mahasiswa, proses belajar mengajar di kelas merupakan hal yang mutlak diikuti untuk menggali ilmu yang digeluti oleh mahasiswa secara spesifik. Karenanya melalui prosess itulah mahasiswa mendapat pengetahuan yang lebih mendalam mengenai ilmu yang mereka tekuni.
Disampig sebagai pembelajar mahasisawa juga dikenal sebagai kaum muda yang memiliki intelektualitas yang cukup mapan oleh masyarakat. Maka dari itu, kemampuan intelektual yang dimiliki hendaknya tidak disia-siakan. Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam mengapresiasikan diri inilah UKM (unit kegiatan mahasiswa) dibentuk. Namun dalam kenyataannya, UKM masih belum mampu mengcover spesifikasi ilmu yang digeluti oleh mahasiswa. Dari sinilah berdiri himpunan-himpunan mahasiswa jurusan di tataran universitas baik itu universitas negeri maupun universitas swasta.
Himpunan mahasiswa jurusan adalah sebuah wadah kegiatan kemahasiswaan di tingkat jurusan dan anggotanya adalah mahasiswa yang ada di jurusan yang terkait. Dalam himpunan mahasiswa jurusan ini terdapat anggota yang memiliki latar belakang keilmuaan yang homogen. Kehomogenan ini membawa himpunan mahasiswa jurusan untuk membuat agenda-agenda dalam himpunanya sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Hal ini dapat meningkatkan kualitas ilmu yang dimiliki mahasiswa disamping bidang kepemimpinan dan managemen.
Dari beberapa prodi yang ada di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon terdapat Prodi Pendidikan Matematika. Dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa jurusan matematika yang butuh aktualisasi diri (eksis) dalam mengaplikasikan ide, keilmuan, dan kreativitasnya maka dibentuklah himpunan mahasiswa jurusan matematika, HIMAPTIKA. Ini senada dengan pendapat praktisi pengembangan sumber daya manusia, M. K. Sutrisna Suryadilaga ( 2007: 9 ) yang mengemukakan bahwa,
“Hidup adalah eksis. Eksistensi atau hidup spiritual Nabi Muhammad SAW bersifat abadi dan tak bisa dimusnakan oleh kematian. Inilah hakikat hidup yang sejati.”
Kebutuhan akan eksitensi inilah yang membuat mahasiswa himpunan jurusan matematika (HIMAPTIKA) terus bertahan dan berkembang namun, pada kenyataanya minat mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan himaptika sangat rendah. Masih banyak mahasiswa berasumsi bahwa melibatkan diri dalam kegiatan himpunan mahasiswa jurusan akan menurunkan prestasi belajar karena banyak waktu belajar yang akan tersita untuk memikirkan dan menjalankan keberlangsungan HIMAPTIKA.
Apabila kenyataan di atas diabaikan dan dibiarkan terus-menerus maka, sangat mungkin keilmuan matematika yang dimiliki mahasiswa pendidikan matematika tidak dapat dikembangkan dan kampus akan redup dari cahaya keilmuaan yang cukup vital di di tengah intelektualitas kaum muda, mahasiswa. Berangkat dari sinilah penelitian ini dibuat. Asumsi yang berkembang dalam tubuh mahasiswa pendidikan matematika perlu dibuktikan benar atau tidaknya.

1.2 Rumusan Masalah
Penelitian ini akan meneliti mengenaiprestasi belajar dan peningkatan pemahaman mahasiswa matematilka yang aktif di HIMAPTIKA. Rumusan masalahnya adalah,
1. Apakah terdapat pengaruh keaktifan mahasiswa pendidikan matematika di himpunan jurusan matematika terhadap prestasi belajarnya?
2. Apakah terdapat perbedaan kompetensi antara mahasiswa yang aktif dalam kegiatan himpunan jurusan matematika dengan mahasiswa matematika yang tidak aktif dalam kegiatan himpunan?
3. Potensi apa saja yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa yang aktif di himpunan mahasiswa jurusan matematika?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.3.1 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keaktifan mahasiswa pendidikan matematika di himpunan mahasiswa jurusan matematika terhadap prestasi belajar.
2. Untuk mengetahui perbedaan kompetensi antara mahasiswa yang aktif dalam kegiatan himpunan jurusan matematika dengan mahasiswa matematika yang tidak aktif dalam kegiatan himpunan.
3. Untuk mengetahui Potensi apa saja yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa yang aktif di himpunan mahasiswa jurusan matematika.
1.3.2 Manfaat Pwenelitian
1. Memberikan manfaat bagi himpunan jurusan , khususnya jurusan matematika.
2. Menumbuhkan perhatian dan kesadaran pada mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Matematika untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan-kegiatan keilmuan yang sesuai dengan bidangnya, matematuka.


BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Perkembangan Akal Intelektual
Ciri khusus beralihnya masa remaja menuju dewasa terangkum dalam satu kata ‘kemapanan’. Pada jenjang ini perkembangan akal intelektual mencapai pada tingkatan konsolidasi dan kemapanan dua keadaan ini mengambil bentuk sebagai berikut ( akrim ridho, 125-127 ):
“1. Mulai berfikir tentang alternative, 2. Berfikir dengan teratur dengan berbagai kemungkinan, 3. Produktivitas, 4. Pengambilan keputusan.”

Ad 1 Mulai berfikir tentang alternative
Pada jenjang usia yang lalu, seorang remaja tidak mau berpikir ketika sudah mendapat satu solosi. Akan tetapi sekarang dia sanggup menyimpan solosi yang pertama untuk kemudian
mendapat solosi yang kedua dan ketiga.
Ad 2 Berfikir dengan teratur dengan berbagai kemungkinan
Mahasiswa mulai mampu membandingkan berbagai tawaran solusi dan mampu memilih mana di antara solusi-solusi itu yang paling
cocok baginya. Di sana juga banyak dalil yang membuktikan bahwa
masuknya anak-anak pada jenjang usia remaja, tidak otomatis
menjadikan dia sampai pada derajat kematangan akal dan intelektual
dalam batas maksimal. Akan tetapi sebagai bukti seorang remaja
telah keluar dari jenjang usia remaja ke permulaan dewasa,
adalah sampainya pertumbuhan akal dan intelektual pada derajat
yang tinggi.
Dua bentuk inilah yang merupakan wujud sampainya seorang
remaja pada puncak kepandaiannya, berfikir dan produktif. Puncak
kematangan kepandaian tidak berhenti, akan tetapi terus berproses. Berbagai macam bebtuk berpikir sebagai dari berproses itu adalah;
a. Mulai dari cara berfikir yang mantiqi, yaitu kemampuan merangkaikan kejadian awal dengan hasil. Maka makin baiklah cara mereka berdilalog
b. Cara berpikir inofatif. Disini didapati keinginan yang sangat besar untuk pengembangan, selalu ingin menambah dan merangkai. Hal ini akan menjadikannya siap untuk memberi.
Tambahan kemampuan unuk memahami akan membawa pengaruh bagi: pertama, bertambahnya kemampuan dalam konsep bepikir, cara mengungkapkan kalimat dan kemampuan menyelesaikan permasalahan yang rumit. Kedua, spesialisasi akan semakin terlihat, denhgan dimulainya kemantapan dalam menekuni satu profesi.
Ad 3 Produktivitas
Semakin bertambahnya produktifitasnya, kecepatan dalam membaca dan berbagai jenis bacaan yang dikonsumsi pun bertambah. Mulai dari bacaan tentang spesialisasi satu bidang tertentu, tentang filsafat dan politik. Tentang catatan sejarah orang-orang terkenal.
Ad 4 Pengambilan keputusan
Bertambahnya kemampuan mengambil keputusan dan bagaimana memikirkan dengan diri dan untuk dirinya, terangkum dalam hal-hal sebagai berikut:
• Mulai memilih imbalan yang diberikan
• Menjatuhkan pilihan pada salah satu dari berbagai macam imbalan.
• Percaya diri ketika melaksanakan satu hal.
• Kemandirian dalam berpikir.
• Kemandirian dalam mengekspor satu hal yang hampir-hampir tidak menggantungkan pada orang lain.
Kemampuan membedakan mana yang disukai, mana yang lebih masuk akal, mana yang lebih realistis dan mana yang lebih pantas semakin menguat. Hal ini akan berakibat semakin bertambahnya kemampuan melakukan dialog, bagaimana meyakinkan orang lain, bagaimana mengarahkan kecenderungan dan keinginan. yang kesemuanya itu berubah menjadi semakin realistis. Disinilah semakin terlihat peranan pendidikan tinggi. Seorang remaja akan berusaha menerjemahkan apa yang diserapnya dalam bangku pendidikan ke dalam realitas kehidupan dan pekerjaan yang didalaminya.

2.2 Karakter, Sifat Mahasiswa Cerdas, dan Aktivitas Mahasiswa
Mahasiswa adalah tonggak harapan bangsa. Dipundaknya masa depan bangsa dipertaruhkan. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Matematika hendaknya menjadi kader-kader pendidik anak bangsa yang akan “mencerdaskan kehidupan bangsa” memiliki kemampuan keilmuan matematika yang mumpuni. Kemampuan yang berkualitas serta kemauan yang keras haruslah menjadi karakter mahasiswa. Bergerak dengan keilmuan yang dimiliki adalah sifatnya. Mahasiswa cerdas bukanlah mahasiswa yang memiliki indeks prestasi yang besar tetapi ia, sama sekali tidak peka terhadap lingkungannya. Mereka yang cerdas adalah ia yang juga peka terhadap keadaan yang ada di sekitarnya.
Agar punya kwalitas sebagai mahasiswa plus, ukuran yang dipakai bukan lama atau sebebtar dalam kuliah tapi, mahasiswa haruslah (Alif: 3):
1. Open mind
Kata kunci untuk menjadi orang besar adalah open mind. Open mind berarti berani dan belajar banyak hal. Open mind juga berarti berani dikritik orang lain. Bepikir terbuka akan membantu mempermudah beradaptasi dengan lingkungan seperti apapun. Termasuk perkembangan jaman.
2. Visioner
Visioner atau memiliki tujuan dalam hidup dan apa yang dilakukannya.
3. Berjiwa interpreneur
Berjiwa interpreneur adalh mmpunyai pemahaman atau daya nalar melakukan suatu hal yang produktif atau menghsilkan
4. Mampu organisir massa
Maksudnya buka mengumpulkan orang banyak dan mengadakan demao tapi, mampu memimpin sebuah tim
5. Respect dan appreciate terhadap segala hal
Mau menghormati orang lain dan memberikan penghargaan terhadap jerih payah orang.
6. Pandai membawa diri
Pandai membawa diri dalam pergaulan bukan saja perorangan tapi juga mampu diterima di kelompok atau grup tertentu.
7. Melek teknologi
Mampu menguasai alat teknologi global seperti computer dan internet
8. Otak isi buku
Ini kwalitas khas mahasiswa. Dengan membaca banyak buku membuat seseorang mampu menghipnotis dengan isi buku yang dibaca. Dengan belajar dari pemikiran orang lain dari buku inilah mahasiswa beranjak dewasa dalam berpikir. Efeknya dapat merubah perilaku.
9. Sanggup tuangkan ide
Banyak di antara mahasiswa punya gagasan yang brilian. Untuk merumuskan ide bahkan memnanamkanya di kepala orang lain tentu butuh pengorbanan.
10. Media consumer
Media consumer maksudnya adalah mahasiswa dapat mengetahui informasi dan isu terbaru baik itu local maupun non-lokal.

2.3 Aplikasi Ilmu Matematika Dapat Menambah Pemahaman Matematika
Ilmu jika dibiarkan mengendap tanpa dipraktekkan lama-kelalamaan akan berangsur turun kemampuannya. Sama halnya dengan ilmu matematika. Dalam ilmu matematika seseorang dapat mnguasai teori-teori matematika dengan mempelajarinya lebih dalam. Tidak hanya sampai dipelajari tapi, ilmu itu juga harus digunakan.
Sebagai seorang mahasiswa calon guru, ia bukan saja mampu memecahkan soal-soal matematika yang rumit tapi, juga harus selalu berusaha mengembangkan kemampuan ilmunya agar semakin baik kwalitasnya. Matematikawan haruslah aplikatif dan peka terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Untuk memudahkan dalam mengembangkan ilmu matematika di tingkat perguruan tinggi dibutuhkan wadah (himpunan atau organisasi) yang dapat mengumpulkan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki latar belakang keilmuan yang sama. dari keinginan eksis dalam mengembangkan spesialisasinya maka terbentuklah himpunan mahasiswa jurusan.
Dalam aktifitasnya himpunan mahasiswa jurusan akan lebih cenderung mengadakan kegiatan-kegiatan yang erat kaitannya dengan latar belakang keilmuan yang dimiliki anggotanya. Sebagai contoh himpunan jurusan matematika mengadakan kegiatan-kegiatan yang berhunbungan dengan ilmu matematika seperti, olompiade matematika, lomba cerdas tangkas matematika, buletin yang bertema matematika, kelompok belajar matematika dan lainnya.
Dengan mengaktifkan dirinya di himpunan mahasiswa jurusan maka mahasiswa yang ada di dalamnya akan terlibat dengan aktifitas-aktifitas yang sangat erat kaitannya dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Hal ini akan membantu mahasiswa dalam mengembangkan dan menguatkan pemahaman bidang ilmu yang ditekuninya.

2.4 Mengembangkan Potensi di Organisasi
Kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama disebut organisasi. Dalam prakteknya, melibatkan diri di himpunan mahasiswa jurusan tidak hanya bergelut dengan ilmu matematika saja tapi, mahasiswa juga harus mampu mengorganisir seluruh orang yang telibat di dalamanya. Karena hal itu maka struktur himpunan dapat tertata dengan rapih serta dapat mengundang ide-ide yang lebih kreatif dan inovatif untuk himpunannya.
Mahasiswa akan belaja tanggung jawab, kepemimpinan, manajemen, komunikasi, menghimpun dan merelisasikan ide-idenya dalam bentuk kegiatan serta banyak hal lain yang dapat dikembangkan di dalmanya.



BAB 3
METODELOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian
Pelaksanaan suatu penelitian tidak akan berjalan dengan baik jika peneliti tidak menentukan metode penelitian yang tepat untuk digunakan dalam penelitiannya. Hendaknya peneliti dapat menggunakan metode penelitian yang tepat dalam penelitiannya berdasarkan masalah yang diteliti. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode penelitian survei.

Kerlinger ( dalam Riduwan, 2004: 49 ) menyatakan bahwa :
“Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data darii sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relative, distributive, dan hubungan antar variabel sosialogis maupun psikologis.”

Penelitian survei biasanya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam, tetapi generalisasi yang dilakukan bisa lebih akurat bila digunakan sampel-sampel yang representative (riduwan, 2004 : 49-50).

Dengan metode penelitian yang dipilih yaitu pnelitian survei penulis mencoba untuk menyajikan pengaruh keaktifan mahasiswa pendidikan matematika di himpunan jurusan matematika (HIMAPTIKA) terhadap pemahaman matematikanya.
Untuk menyajikan hasil penelitian dengan menggunakan model di atas, diperlukan sumber data, metode penelitian, dan analisis data yang mendukung.

3.2 Sumber Data
Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan.
Sehubungan dengan wilayah sumber data yang disajikan sebagau subjek penelitian ini, maka dikenal tiga jenis penelitian, yaitu:
“(1) Penelitian populasi, (2) Penelitian sampel, (3) Penelitian khusus” (Arikunto, 2000 : 129-130)
Dari ketiga jenis sumber data tersebut, penulis mengambil informasi dengan penelitian sampel. Sumber data yang dimaksud adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (mahasiswa yang aktif di HIMAPTIKA).
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan mengolah data-data sampel dari populsi atas kuisioner terhadap responden. Penulis menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu dengan mengambil dua puluh responden dari seluruh populasi yang terlibat di himpunan jurusan matematika (HIMAPTIKA) yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan himpunan jurusan matematika.

3.4 Populasi dan Sampel
Populasi yang diambil asdalah seluruh pengurus HIMAPTIKA FKIP Prodi Matematika UNSWAGATI Cirwebon dan sampel yang sdiambil adalah 20 orang pengurus.

3.5 Skala Pengukuran
Skala pengukuran penelitian ini menggunakan skala likert.

3.6 Metosde Analisa Data
Setelah data terkumpul, kemudian penulis menganalisa data berupa hasil kuisioner yang diberikan kepada responden. Penganalisaan data hasil kuisioner ditujukan terhadap kaitan antara pemahaman matematika mahasiswa dengan keaktifan mahasiswa di Himpunan Jurusan Matematika.


BAB 4
PEMBAHASAN

Dari kuisioner yang deberikan kepada mahasiswa jurusan pendidikan matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon penulis memberikan sepuluh pernyataan yang disi oleh responden dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, sangat tidak setuju.
Kuisioner yang dibuat mengacu pada skala likert dengan jumlah pernyataan positif dan pernyataan negatif memiliki jumlah yang sama. pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner itu adalah:
1. Saya mau dan senang aktif di himpunan jurusan matematika (HIMAPTIKA).
2. Tingkat pemahaman matematika saya menjadi lebih baik dengan bergabung di HIMAPTIKA dan saya pun dapat berinovasi dalam membuat soal-soal matematika.
3. Aktif di HIMAPTIKA membuang waktu dan mengurangi waktu bergaul saya
4. Saya malas bergabung dengan HIMAPTIKA karena tidak suka jika harus membuat soal-soal untuk acara LCTM dan OLIMPIADE.
5. Saya tidak bisa mengembangkan potensi saya yang berkaitan dengan matematika meskipun sudah aktif di HIMAPTIKA.
6. Aktif di HIMAPTIKA membuat saya dapat mengembangkan dan mengaplikasikan kemampuan matematika saya karena kegiatan LCTM dan OLIMPIADE MATEMATIKA menuntut kami belajar membuat soal dan dapat membaca soal dengan benar.
7. Saya punya keyakinan bahwa jika saya aktif di HIMAPTIKA maka waktu belajar saya akan berkurang dan pasti akan membuat IP saya jelek.
8. Aktif di HIMAPTIKA membantu saya untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan berani tampil di depan umum.
9. Dengan aktif di HIMAPTIKA saya termotifasi untuk belajar matematika dan IP saya pun selalu 3.
10. HIMAPTIKA tidak memotivasi belajar matematika bahkan cenderung membebani saya.
Pertanyaan-pertanyaan itu dibuat disesuaikan dengan program kerja himpunan jurusan matematika periode 2009-2010. Penilaian kuisioner tersebut terbagi menjadi dua jenis yaitu, penilaian terhadap pernyataan positif dan pernyataan terhadap pernyataan negatif.
Pernyataan-pernyataan positif dari kuesioner adalah:
1. Pernyataan no. 1, Saya mau dan senag aktif di himpunan jurusan matematika (HIMAPTIKA).
2. Pernyataan no. 2, Tingkat pemahaman matematika saya menjadi lebih baik dengan bergabung di HIMAPTIKA dan saya pun dapat berinovasi dalam membuat sola-soal matematika.
3. Pernyataan no. 6, Aktif di HIMAPTIKA membuat saya dapat mengembangkan dan mengaplikasikan kemampuan matematika saya karena kegiatan LCTM dan OLIMPIADE MATEMATIKA menuntut kami belajar membuat soal dan dapat membaca soal dengan benar.
4. Pernyataan no. 8, Aktif di HIMAPTIKA membantu saya untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan berani tampil di depan umum.
5. Pernyataan no. 9, Dengan aktif di HIMAPTIKA saya termotifasi untuk belajar matematika dan IP saya pun selalu 3.
Pernyataan-pernyataan positif dari kuesioner adalah:
1. Pernyataan no. 3, Aktif di HIMAPTIKA membuang waktu dan mengurangi waktu bergaul saya.
2. Pernyataan no. 4, Saya malas bergabung dengan HIMAPTIKA karena tidak suka jika harus membuat soal-soal untuk acara LCTM dan OLIMPIADE.
3. Pernyataan no.5, Saya tidak bisa mengembangkan potensi saya yang berkaitan dengan matematika meskipun sudah aktif di HIMAPTIKA.
4. Pernyataan no.7, Saya punya keyakinan bahwa jika saya aktif di HIMAPTIKA maka waktu belajar saya akan berkurang dan pasti akan membuat IP saya jelek.
5. Pernyataan no. 10, HIMAPTIKA tidak memotivasi belajar matematika bahkan cenderung membebani saya.
Penilaian terhadap pernyataan positif dan negatif berbeda. Penilaiannya adalah sebagai berikut:

jawaban pertanyaan Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
Sangat setuju 5 1
setuju 4 2
netral 3 3
Tidak setuju 2 4
Sangat tidak setuju 1 5

Untuk menentukan apakah keaktifan responden di himpunan jurusan matematika (HIMAPTIKA) dapat membuat dirinya lebih memahami matematika dan berpengaruh terhadap prestasi belajarnya maka dibuat penilaian yaitu dilihat dari jawaban-jawaban yang responden berikan terhadap kuesioner yang diberikan peneliti.
Data jawaban responden terhadap tiap pernyataan kuisioner untuk membuktikan rumusan masalh yang telah dibuat, sebagai berikut:
4.1 Pengaruh Keaktifan Mahasiswa Pendidikan Matematika di Himpunan Jurusan Matematika dalam Prestasi Belajarnya.
Untuk membuktikan pengaruh prestasi belajar mahasiswa terhadap keaktifan mahasiswa pendidikan matematika di himpunan jurusan matematika, penulis telah membuat kuisioner untuk menguji kebenarannya. Dari sepuluh pertanyaan kuisioner itu penulis, membuat beberapa pernyataan yang berkaitan dengan dampak prestasi belajar mahasiswa pendidikan matematika. Yaitu pernyataan positif nomer 2, 6, dan 9 serta didukung dengan pernyataan negatif yang berkaitan dengan dampak keatifan mahasiswa jika aktif di HIMAPTIKA yaitu nomer 4, 5,dan 7. Dari kuesioner itu diperoleh data sebagai berikut:

GRAFIK HASIL JAWABAN 20 RESPONDEN TERHADAP 100 POPULASI TIDAK DAPAT PENULIS TAMPILKAN

Dilihat dari hasil jawaban responden yang didominasi dengan jawaban sangat setuju dan setuju, menunjukkan bahwa bergabung di HIMAPTIKA membuat mahasiswa lebih memahami matematika. Hal ini dapat meningkatkan kualitas keilmuan matematika mahasiswa sehingga berdampak terhadap indeks prestasi mahasiswa.

4.2 Perbedaan Kompetensi Antara Mahasiswa yang Aktif dan Mahasiswa yang Tidak Aktif di Himaptika
Hidup di dunia penuh dengan kompetisi. Begitu pula di lingkup perguruan tinggi. Setiap mahasiswa berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Manusia tidak akan mampu berkompetisi jika tidak memiliki kompetensi yang mapan. Oleh karena itu, sebagai seorang matematikawan sekaligus calon guru matematika menuntut mahasiswa matematika memiliki kompetensi di bidangnya.
Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi di bidang matematika adalah dengan bergabung di Himpunan Jurusan Matematika. Disana terdapat berbagai program kegiatan yang mampu meningkatkan kualitas keilmuan dan bakat-bakat lain yang dimiliki mahasiswa. Salah satu program kerja HIMAPTIKA yaitu, Lomba Cerdas Tangkas Matematika dan Olimpiade matematika. Program tahunan ini selalu mendorong mahasiswa untuk berinovasi dalam mengembangkan keilmuannya. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan itu dituntut untuk membuat soal-soal untuk Lomba Cerdas Tangkas Matematika dan Olimpiade matematika. Agenda tahunan HIMAPTIKA ini, mutlak menuntut mahasiswa dapat berinovasi dalam membuat soal-soal yang berbeda dari tahun ke tahunnya bahkan dari tiap babak penyisihan di tiap kali pertandingan cerdas tangkas matematika.
Hal di atas adalah salah satu perbedaan yang antara mahasiswa yang aktif di HIMAPTIKA dan yang tidak aktif. Selain membuat soal matematika yang inovatif, mahasiswa pun dituntut dapat membaca soal-soal matematika secara baik dan benar sehingga mendorong mereka untuk belajar dan memperbaiki pemahamannya terhadap matematika. Ini sesuai dengan fungsi HIMAPTIKA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (dalam anggaran dasar himaptika unswagati cirebon: bab 3 pasal 6) yaitu,
1. Wadah kemahasiswaan Program Studi Matematika FKIP Unswagati Cirebon dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa pendidikan matematika.
2. Media komunikasi dan aktualisasi dalam melaksanakan dan mengembangkan kompetensi mahasiswa pendidikan matematika.
3. Wadah kaderisasi mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Unswagati Cirebon untuk mempersiapkan kader-kader bangsa dalam rangka meningkatkan mutu dalam dunia pendidikan pada umumnya dan dunia pendidikan matematika pada khususnya.
Untuk mahasiswa yang tidak aktif di HIMAPTIKA mereka cenderung menghabiskan waktu studi nya di dalam kelas dan mengerjakan tugas-tugas dari dosen saja. Mereka cenderung jarang mencoba membuat soal-soal matematika dan tidak menggunakan kesempatan untuk belajar secara khusus membaca soal matematika yang benar di depan umum sehingga dimengerti oleh pendengarnya.
Keaktifan mahasiswa di himaptika pun menjadikan mahasiswa lebih baik dalam micro teachingnya sehingga membuat mahasiswa menjadi calon pendidik yang memiliki kualitas yang baik.

4.3 Potensi yang dapat Dikembangkan
Potensi yang dapat dikembangkan di Himpunan Jurusan Matematika selain kompetensi yang berkaitan dengan keilmuannya adalah:
1. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan.
2. Menumbuhkan bakat interpreneur karena di HIMAPTIKA ada bidang dana usaha yang aktif dalam menambah kas himpunan.
3. Meningkatkan kemampuan komunikasi karena di HIMAPTIKA mahasiswa dapat belajar tampil dan berbicara di depan umum.
Selain tiga potensi di atas masih banyak potensi-potensi yang dapat di kembangkan oleh mahasiswa dengan ide-idenya.

4.4 Simpulan dan Saran
1. Simpulan
Keaktifan mahasiswa pendidikan matematika di HIMAPTIKA dapat meningkatkan pemahaman matematika mahasiswa matematika. Oleh karena itu, asumsi yang berkembang di kalangan mahasiswa jurusan matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bahwa melibatkan diri dalam kegiatan himpunan jurusan akan menurunkan prestasi belajar mahasiswa adalah tidak benar. Aktif di himpunan jurusan bahkan akan lebih meningkatkan pemahaman matematika mahasiswa.

2. Saran
a. Untuk Mahasiswa Pendidikan Matematika
Mahasiswa harus lebih bersemangat berpartisipasi di Himpunan Jurusan Matematika karena ternyata keaktifan di HIMAPTIKA tidak akan menurunkan prestasi belajar tetapi, sebaliknya akan menambah tingkat pemahaman matematika. Bagi mahasiswa yang belum aktif di HIMAPTIKA mau menumbuhkan niat untuk melibatkan dirinya di kegiatan-kegiatan HIMAPTIKA. Ini akan sangat membantu dalam pembuatan soal-soal matematika yang digunakan untuk Lomba Cerdas Tangkas dan Olimpiade Matematika. Munculkan ide-ide baru yang menjadikan himaptika lebih baik lagi.
b. Untuk Himpunan Jurusan Matematika
Himpunan jurusa matematika hendaknya lebih bisa merangkul mahasiswa matematika dalam kegiatan-kegiatannya serta dapat menampung aspirasi mahasiswa matematika. Kegiatan-kegiatan yang sudah bagus harus dipertahankan.
c. Untuk Dosen-dosen, Prodi Pendidikan Matematika dan Universitas
Dosen-dosen hendaknya selalu membimbing aktifis HIMAPTIKA dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya.
Jurusan dan Universitas hendaknya dapat mendukung kegiatan HIMAPTIKA baik moril maupun materil



DAFTAR PUSTAKA

Alma, buchari. 2004. Belajar Mudah Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, Suhasini. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Risdho, Akrim. 2005. Jadi Remaja Tanpa Masalah. Surakarta: Mansdiri Visi Medsia.

Suhwerman, Erman, dkk. 1990. Evaluasi pensdisdikan Matematika. Bandung: Wijaya Kusuma.

Suryadilaga, M.K, Sutrisna. 2007. The Balance of ways. Jakarta: Hikmah.
Media IMMNI: Volume 8 1/2009


LAMPIRAN KUISIONER
NO PERNYATAAN KRITERIA
1 Saya mau dan senag aktif di himpunan jurusan matematika (HIMAPTIKA)
2 Tingkat pemahaman matematika saya menjadi lebih baik dengan bergabung di HIMAPTIKA dan saya pun dapat berinovasi dalam membuat sola-soal matematika
3 Aktif di HIMAPTIKA membuang waktu dan mengurangi waktu bergaul saya
4 Saya malas bergabung dengan HIMAPTIKA karena tidak suka jika harus membuat soal-soal untuk acara LCTM dan OLIMPIADE
5 Saya tidak bisa mengembangkan potensi saya yang berkaitan dengan matematika meskipun sudah aktif di KIMAPTIKA
6 Aktif di HIMAPTIKA membuat saya dapat mengembangkan dan mengaplikasikan kemampuan matematika saya karena kegiatan LCTM dan OLIMPIADE MATEMATIKA menuntut kami belajar membuat soal dan dapat membaca soal dengan benar
7 Saya punya keyakinan bahwa jika saya aktif di HIMAPTIKA maka waktu belajar saya akan berkurang dan pasti akan membuat IP saya jelek
8 Aktif di HIMAPTIKA membantu saya untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan berani tampil di depan umum
9 Dengan aktif di HIMAPTIKA saya termotifasi untuk belajar matematika dan IP saya pun selalu 3
10 HIMAPTIKA tidak memotivasi belajar matematika bahkan cenderung membebani saya

Ket:
SS = SANGAT SETUJU
S = SETUJU
N = NETRAL
TS = TIDAK SETUJU
STS = SANGAT TIDAK SETUJU
Powered By Blogger