Hr ini aku bertekad tdk pergi kemana-mn. Mau liburan saja dirumah. Hanya mengagendakan akan keluar jam 4sore untuk bertemu anak brilian.
"gadis, tumben ada dirumah. Tidak pergi kemana-mana hari ini?" bapak bertanya.
"tidak pak," jawabku singkat.
Kangen rasanya ada dirumah seharian. Membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga full dan baca buku banyak2. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam12 siang. Matahari panas menyengat siang ini. Sholat terus tidur. Enaknya. . . tidur siang.
Waktu tidur paling tidak enak diganggu. Ya, tidak peduli sms datang bertubi-tubi menanyakan ini itu. Malas membuka mata untuk membaca apa lagi membalasnya. Tapi hp berdering terus-terusan. Ku coba membuka mata untuk membaca sms-sms itu. Aku sedikit berkerut dengan sms berbahasa inggris dari nomer asing. Pesannya, "Gadis, is your voucher enough to call me? I want to talk to you."
"Ah, sms iseng," pikirku dan melanjutkan tidur.
Pukul 15.00 sountrack tom and jarry sebagai tanda panggilan masuk menderit tak henti-hentinya. Aku masih malas mengangkat tapi tak kunjung berhenti. Siapa? Aku lihat nomernya. Asing. Sudahlah aku angkat saja. Dari seberang sana ada suara laki-laki bicara dengan bahasa inggris. Aku kenal suara itu. Ya, suara Mr. Nasution.
Mr. Nasution menyuruhku datang ke salah satu hotel mewah di kota Cirebon pukul 16.00. Dia bilang aku harus on time. Rusak mendadak agenda hari ini. Tidak sempat mandi. Langsung cuci muka, sholat dan langsung pergi.
15.50 aku sampai di hotel yang dimaksud dengan naik public transportasion, angkot. Benar-benar tak kusangka Mr. Nasution menungguku di pinggir jalan raya tidak di lobi hotel. Sangat membuatku terpesona dengan semua perhatiannya padaku. Dia tersenyum saat aku turun dari angkot.
Kami berjalan menuju lobi hotel. Aku benar-benar bingung. Apa yang akan ia lakukan padaku? Dia tidak memberi tahuku sama sekali. Bodohnya aku patuh saja. Pembicaraan dimulai antara aku dan Mr. Nasution.
"ok, gadis. . . there someone want to meet with you. Yo must survive. I belive you can!" Mr. Nasution membuka pembicaraan.
Aku bingung dengan maksudnya. Aku tidak diberi kesempatan bicara sama sekali. Apa sebenarnya?
"kamu. . .kamu. . .harus bergaul dengan orang-orang yang high class," katanya "kamu tidak perlu capek untuk mendapatkan uang jutaan dengan bakat yang kamu punya"
akhirnya aku bicara, "what's your mean Mr?" aku bingung. " I am confuse"
Sama sekali dia tidak menjawab pertanyaanku. Aku tidak sabar dan sedikit kesal.
"sorry Gadis, i want to call Mrs. Edward. Wait a few minutes," Mr. Edward berkata sambil lalu dari kursinya.
Sial benar aku hari ini. Merasa dipermainkan. Oh, tentu saja aku harus segera menelfon anak brilian bahwa aku tidak bisa datang menemuinya gara-gara hal ini.
Mr. Nasution kembali duduk setelah menemui resepsionis hotel dan memberiku permen. Atmosfer hotel sama sekali tidak sejuk walau AC cukup bisa mendinginkan ruangan. Akhirnya. . . Mr. Nasution menjelaskan semuanya. Apa yang harus aku lakukan dan apa yang aku inginkan tinggal sebut saja. Aku kaget. Kenapa dia memanggil dan menyuruh aku untuk melakukan pekerjaan ini? Beberapa menit kemudian seorang wanita datang dengan seorang anak bule. Menghampiri kami, aku dan Mr. Nasution. Mr. Nasution mengenalkan mereka padaku. Oh, ternyata itulah Mrs. Edward dan Nico. Setelahnya kita berempat pergi ke cafe hotel. Pelayan cafe hotel langsung menawari hidangan. Kita semua memesan. Sungguh aku tidak bisa menyebut mau makan waktu itu karena tidak ada daftar menu yang diberikan pada kami. Terpaksa aku samakan saja pesanan dengan Mr. Nasution walaupun tidak tahu makanan jenis apa yang akan datang. Cukup percaya dengan selera Mr. Nasution saja.
Akhirnya aku sepakat dengan perjanjian sore ini. 8 jam dalam sebulan dengan salary 500 ribu. Mr. Nasution tertawa saja melihat ekspresi wajahku. "kamu sudah punya penawaran tinggi sekarang. Sukses ya. . .
Saya mau pergi duluan. Ada janji dengan orang Irlandia," Mr. Nasution berkata dan pergi meninggalkanku sendiri dengan dua orang asing ini.
Dengan modal bahasa inggris pas-pasan aku, berdialog dengan mereka. Huh, makanan enak terasa tak sedap mendadak. Ya, inilah pengalaman baru minggu ini. Teach math with english. Jujur saja aku lunglai. Aku nekad? bisa dibilang begitu.
Aku mengajar matematika anak keturunan China Indonesia dan Firlandia, Nico. Nico sama sekali tidak bisa bahasa indonesia. Dia tidak pernah sekolah di Indonesia. Hanya punya pengalaman sekolah di Firlandia dan Singapura. Pantas tak bisa bahasa Indonesia. Bahasa inggris jadi bahasa ibunya. Setelah semua dirasa cukup aku segera pulang melalui kolam renang dan bar yang terpampang minuman beralkhol dengan harga mahal.
Aku pulang sambil bertanya-tanya pada diriku sendiri. Apa aku bisa? Aku ingin cepat-cepat sampai rumah. Cukup setengah jam untuk sampai rmh. Aku langsung cerita pd ibu pengalaman sore ini.
"bs tdk ya bu?"
"sejak kpn km takut dg ombak gadis?"jwb ibu.
1kata dr ibu yg sangat mempesona...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar